Wakil Ketua MPR Setuju Pilkada Tidak Langsung, Ini Alasannya

Martin Sihombing
Martin Sihombing Selasa, 10 April 2018 20:37 WIB
Wakil Ketua MPR Setuju Pilkada Tidak Langsung, Ini Alasannya

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda (kiri) bersama Wakil ketua umum Gerindra Ferry Juliantono (kanan), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kedua kanan), Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kedua kiri) saat rilis survei tingkat elektabilitas untuk Pilkada 2018 wilayah Jawa Timur, di Jakarta, Minggu (11/8)./Antara-Galih Pradipta

Bisnis.com, BONTANG - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia setuju dengan wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tak langsung atau melalui DPRD.

Dengan dipilih DPRD biaya untuk jadi kepala daerah itu murah, bahkan boleh dibilang gratis," kata Mahyudin di sela sosialisasi Empat Pilar MPR di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (11/4/2018).

Selain itu, kata Mahyudin, pengawasan juga lebih mudah karena tinggal mengawasi para anggota DPRD, misalnya, apabila dikhawatirkan terjadi politik uang.

"Kalau anggota DPRD ada seratus, KPK tinggal turunkan 200 orang, satu anggota DPRD diawasi dua orang, pasti tak terjadi suap," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Mahyudin, akan benar-benar terpilih kepala daerah yang berkualitas dan berkomitmen membangun daerahnya.

Menurut dia, harus diakui pilkada langsung menelan biaya politik yang besar. Kalaupun tetap dipertahankan, biaya penyelenggaraan, termasuk biaya kampanye dan saksi tidak dibebankan kepada calon.

Dia mencontohkan di satu kabupaten di Jawa Barat memiliki 70.000  tempat pemungutan suara. Jika untuk biaya saksi per TPS sebesar Rp100.000 maka dibutuhkan Rp7 miliar. "Itu biaya saksi saja. Jadi, begitu mahal biaya demokrasi kita. Itu yang menyebabkan banyak kepala daerah akhirnya terjerat kasus korupsi," ujarnya.

Menurut dia pilkada langsung di tengah pendapat per kapita yang masih menengah bahkan rendah tidaklah efektif.

Save

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online