Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, CIANJUR-Ratusan rumah di berbagai wilayah Cianjur, Jawa Barat terendam bajir. Banjir juga merusak puluhan rumah yang terletak di sempadan sungai di wilayah utara kota.
Empat rumah rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan, dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.
Sementara, di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagallih, tujuh rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas. Longsor terjadi di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.
BPBD Cianjur juga mencatat, sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan, Cianjur kota terendam banjir, sehingga satu rumah rusak dan terbawa arus, serta jembatan tidak dapat dilalui.
Sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang terendam banjir, sedangkan dibagian utara Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, ratusan rumah warga terendam banjir Cileuncang akibat tidak berfungsinya drainase sejak beberapa tahun terakhir.
"Bukan hanya saat ini saja, sudah puluhan tahun ketika musim hujan tiba, air bah dari selokan di kiri kanan jalan tumpah ke jalan dan masuk ke rumah warga di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Cianjur," kata Endi warga Desa Ciherang pada wartawan Minggu (8/4/2018).
Arus lalu lintas terhambat karena banyak material batu berbagai ukuran terbawa ke jalan. Akibatnya, arus lalu lintas macet hingga belasan kilometer dari kedua arah dan air setinggi paha orang dewasa masuk ke dalam rumah warga.
Sementara, warga di sejumlah wilayah di Cianjur kota mengatakan, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cianjur, merupakan yang terbesar sejak puluhan tahun terakhir sehingga merusak rumah warga di sejumlah titik.
Hoerul Arif (22) warga Gang Rinjani, Kelurahan Sayang mengatakan, sejak puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini rumahnya rusak berat dihantam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur yang terletak di belakang rumah.
Biasanya tutur dia, air sungai hanya naik setinggi beberapa meter tidak sampai meluap ke perkampungan, tetapi kali ini air merendam puluhan rumah dan memutuskan jembatan yang biasa dilalui warga.
"Banjir paling parah yang saya alami sejak saya lahir sampai saya menikah, belum pernah air sungai merendam perkampungan. Saat ini, kami tidak tahu mau tinggal di mana karena rumah kami rusak berat," katanya.
Sementara, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman yang sempat meninjau sejumlah lokasi menilai meluapnya sungai yang merendam sejumlah lokasi akibat kerusakan alam, sampah yang menumpuk di sungai dan penyempitan sepadan sungai.
"Kami sudah intruksikan semua aparat pemerintahan turun ke jalan untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang banjir. Kami akan melakukan evaluasi terkait rawan banjir yang melanda Cianjur, termasuk melakukan penertiban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
SBY mengenang Guruh Soekarnoputra melalui pameran lukisan dan perbincangan di Istana serta menyoroti sumbangsihnya bagi seni dan Indonesia.
Wamen Ekraf Irene Umar mendorong penguatan QRIS untuk mempermudah pembayaran lintas negara bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.