Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, CIANJUR-Ratusan rumah di berbagai wilayah Cianjur, Jawa Barat terendam bajir. Banjir juga merusak puluhan rumah yang terletak di sempadan sungai di wilayah utara kota.
Empat rumah rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan, dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.
Sementara, di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagallih, tujuh rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas. Longsor terjadi di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.
BPBD Cianjur juga mencatat, sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan, Cianjur kota terendam banjir, sehingga satu rumah rusak dan terbawa arus, serta jembatan tidak dapat dilalui.
Sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang terendam banjir, sedangkan dibagian utara Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, ratusan rumah warga terendam banjir Cileuncang akibat tidak berfungsinya drainase sejak beberapa tahun terakhir.
"Bukan hanya saat ini saja, sudah puluhan tahun ketika musim hujan tiba, air bah dari selokan di kiri kanan jalan tumpah ke jalan dan masuk ke rumah warga di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Cianjur," kata Endi warga Desa Ciherang pada wartawan Minggu (8/4/2018).
Arus lalu lintas terhambat karena banyak material batu berbagai ukuran terbawa ke jalan. Akibatnya, arus lalu lintas macet hingga belasan kilometer dari kedua arah dan air setinggi paha orang dewasa masuk ke dalam rumah warga.
Sementara, warga di sejumlah wilayah di Cianjur kota mengatakan, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cianjur, merupakan yang terbesar sejak puluhan tahun terakhir sehingga merusak rumah warga di sejumlah titik.
Hoerul Arif (22) warga Gang Rinjani, Kelurahan Sayang mengatakan, sejak puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini rumahnya rusak berat dihantam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur yang terletak di belakang rumah.
Biasanya tutur dia, air sungai hanya naik setinggi beberapa meter tidak sampai meluap ke perkampungan, tetapi kali ini air merendam puluhan rumah dan memutuskan jembatan yang biasa dilalui warga.
"Banjir paling parah yang saya alami sejak saya lahir sampai saya menikah, belum pernah air sungai merendam perkampungan. Saat ini, kami tidak tahu mau tinggal di mana karena rumah kami rusak berat," katanya.
Sementara, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman yang sempat meninjau sejumlah lokasi menilai meluapnya sungai yang merendam sejumlah lokasi akibat kerusakan alam, sampah yang menumpuk di sungai dan penyempitan sepadan sungai.
"Kami sudah intruksikan semua aparat pemerintahan turun ke jalan untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang banjir. Kami akan melakukan evaluasi terkait rawan banjir yang melanda Cianjur, termasuk melakukan penertiban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.