Perjalanan KA Terlambat Berjam-Jam, Penumpang Pilih Turun dan Naik Bus

Wisnu Wardhana
Wisnu Wardhana Minggu, 08 April 2018 14:17 WIB
Perjalanan KA Terlambat Berjam-Jam, Penumpang Pilih Turun dan Naik Bus

Para penumpang memilih turun dari kereta di Stasiun Purwosari, Minggu (8/4/2018)./Harian Jogja-Wisnu Wardhana

Harianjogja.com, SOLO-Perjalan kereta api yang melalui jalur selatan masih terhambat. Penumpukan kereta yang terjadi di Stasiun Balapan membuat perjalanan kereta terhambat, Minggu (8/4/2018). Beberapa penumpang pun turun dan beralih menggunakan bus.

Salah satu penumpang KA Logawa, Edi mengaku memilih turun di Stasiun Purwosari, Solo untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan bus. Ia dan empat temannya melakukan hal itu agar tidak telat menghadiri acara yang sudah diagendakan. "Acaranya jam tujuh malam [pukul 19.00 WIB]," ujar dia, Minggu (8/4/2018).

Penumpang lainnya, Beny mengatakan, dia berangkat dari Stasiun Lempuyangan, Minggu pukul 09.05 WIB atau terlambat sekitar 10 menit. Sesampainya di Stasiun Purwosari sekitar pukul 09.55 WIB kereta harus berhenti lama. "Setelah tiga jam saya menunggu kereta di Stasiun Purwosari, akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali. Tapi mandek lagi di Stasiun Balapan. Ini [Minggu, pukul 13.55 WIB] sudah empat jam," kata dia.

Ia menyayangkan sikap PT KAI yang tidak memberikan kompensasi atas keterlambatan jadwal keberangkatan. "KAI harusnya ngasih kompensasi ke penumpang, kayak pesawat kalau delay ngasih kompensasi ke penumpang," pinta dia.

Ia juga berharap PT KAI terus memberikan perkembangan terbaru mengenai waktu keberangkatan. "Seharusnya KAI ngasih tahu penumpang kalau kereta masih akan telat lama. Jadi, penumpang bisa segera menentukan pilihan naik kereta apa enggak," ujar dia.

Menurut dia, beberapa penumpang yang harus mengejar waktu memilih berganti moda transportasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online