Seniman Lintas Negara Angkat Warisan Budaya ke Panggung Pertunjukan di Jogja
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Mereka diberikan fasilitas untuk mengikuti secara manual
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pendidikan Kota Jogja tidak mengikutsertakan 14 siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Mereka diberikan fasilitas untuk mengikuti secara manual.
Keputusan itu diambil setelah melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Fasilitas sekolah tempat ABK tersebut dan kondisi ABK yang tidak memungkinkan mengerjakan berbasis komputer juga dipertimbangkan.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kota Jogja Hasyim menjelaskan, dalam pelaksanaan UN tahun ini tercatat ada 14 siswa ABK untuk jenjang SMP. Pihaknya berupaya mendukung kelancarannya dengan menyiapkan berbagai perangkat agar para ABK dapat mengikuti UN dengan baik.
"14 siswa itu ada di dua sekolah. 13 anak di MTs Yaketunis semuanya tuna netra dan satu anak di SMP Muhammadiyah 10 dia termasuk kategori tuna daksa. Assessment-nya dia tremor," terangnya kepada Harianjogja.com di kantornya, Jumat (2/3/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.