Jadwal SIM Keliling Jogja 19 Agustus 2026, Cek Lokasinya
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
SMK menjadi salah satu jenjang yang disasar karena memiliki program keahlian
Harianjogja.com, JOGJA-Program peningkatan SDM profesional di bidang pariwisata bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata di berbagai tempat di Indonesia.
"Maka kita harus menyiapkan kader-kader yang profesional terutama dari pelajar SMK, tahun ini sudah ada beberapa provinsi yang sudah kita adakan kegiatan pelatihan dan sertifikasi, termasuk DIY ini di SMKN 6 Jogja," ungkap Perwakilan Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata Wastutik, Senin (26/2/2018).
Ia menilai SMK menjadi salah satu jenjang yang disasar karena memiliki program keahlian terutama bidang wisata. Selain SMK Negeri, ada beberapa SMK swasta di Indonesia yang sudah terakreditasi A yang disasar untuk diberi dukungan pemberian pelatihan dan ujian sertifikasi profesi.
"Dalam sepekan itu kami memberikan ujian sertifikasi itu di 15 SMK, jadi kami terus bergerak seluruh Indonesia, seperti di DIY kebetulan sementara hanya satu SMK saja," imbuh dia.
Ia mengakui memang tidak semua SMK dapat diberikan bantuan untuk pelaksanaan sertifikasi profesi. Karena keterbatasan anggaran, pihaknya melakukan seleksi dan dipilih SMK yang sudah memenuhi syarat, salahsatunya memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1). "Karena SMKN 6 ini memenuhi kualifikasi yang kami syaratkan, ya mami berikan dukungan dana untuk pelaksanaan uji kompetensi," ujarnya.
Para siswa yang lulus uji kompetensi, kata dia, diharapkan tidak sekedar mendapatkan sertifikat profesi. Namun, sebagai kader di bidang pariwisata di Indonesia sesuai kompetensi masing-masing. Ia meyakini dengan memiliki sertifikat profesi akan lebih mudah diterima bekerja di suatu perusahaan.
"Kalau saya lihat keseriusan peserta [uji kompetensi di SMKN 6] tampaknya mereka sudah siap menjadi kader pariwisata," kata dia.
http://m.harianjogja.com/?p=899107">Baca juga : 37.500 SDM Pariwisata dari SMK dan Perguruan Tinggi Tersertifikasi
Kepala SMKN 6 Jogja Rustamaji menambahkan, sekolah merasa terbantu dengan adanya bantuan pemberian uji kompetensi sertifikasi profesi dari Kementerian Pariwisata. Program ini sekaligus untuk mendukung revitalisasi SMK yang digalakkan oleh pemerintah pusat. Sehingga pihaknya harus memastikan lulusan sekolahnya sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (Dudi).
Adapun proses ujian juga menganut pada standar kompetensi kerja nasional (KKNI). Salah satu ujian house keeping misalnya, siswa harus memenuhi standar tersebut dengan diberikan waktu 35 menit untuk merapikan kamar hotel. "Jadi anak-anak siap sesuai kebutuhan industri pariwisata dan dibuktikan dengan sertifikat profesi yang didapatkan melalui ujian itu," tegasnya.
Terpisah Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, pengembangan SMK melibatkan sejumlah kementerian melalui program revitalisasi SMK. Program itu menyelaraskan kurikulum sekolah dengan Dudi untuk meningkatkan keterserapan lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja tanpa harus melalui job training di perusahaan tempat bekerja. "Beberapa kementerian melaksanakan tugas untuk pengembangan SMK," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.
Gempa Bantul M3,5 terjadi Kamis sore dan dirasakan di Jogja. BMKG meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.