Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Kuota tersebut untuk menjembatani para pejabat luar daerah yang berpindah tugas ke Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja Dwi Budi Utomo tidak mempersoalkan adanya kuota 5% yang dikhususkan bagi anak pejabat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018-2019 ini.
Menurut Dwi Budi, kuota tersebut untuk menjembatani para pejabat luar daerah yang berpindah tugas ke Jogja. "Pejabat bukan diartikan dewan atau PNS pemkot, tapi banyak pejabat seperti TNI, Polri yang pindah tugas ke Jogja dan anaknya juga akan ikut pindah sekolah," kata dia di DPRD Kota Jogja, Selasa (27/2/2018).
Pernyataan ini menanggapi kuota 5% bagi anak pejabat untuk mengakses sekolah negeri di Jogja. Dinas Pendidikan Kota Jogja sudah menetapkan PPDB tahun ini menggunakan zonasi sekolah berbasis jarak udara. Dalam sistem tersebut, sebanyak 90% kuota sekolah negeri untuk warga Jogja. Sebesar 5% untuk warga luar Jogja dan 5% kuota khusus anak pejabat.
Dwi Budi mengatakan, dengan berlakunya sistem zonasi, maka sudah tidak ada lagi istilah sekolah favorit. Sehingga kuota siswa pun menjadi tidak terlalu penting karena semua sekolah negeri di Jogja harus menerima semua siswa dari masing-masing wilayahnya dengan kondisi apa pun kemampuan akademiknya.
Ia justru mengkhawatirkan kesiapan dari pendidiknya sendiri. Menurut dia, tantangan bagi pendidik untuk mendidik siswa dengan segenap potensi akademik yang beragam menuju hasil yang baik. "Ini akan membuktikan apakah satu sekolah itu benar-benar berkualitas proses pendidikannya atau masih perlu ditingkatkan," kata Dwi Budi.
Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menyarankan kepada Dinas Pendidikan Kota Jogja untuk membekali para pendidik dalam mengembangkan kemampuan mendidik para siswa dengan kemampuan akademik yang beragam.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, sudah menata sejumlah guru negeri dalam penerapan sistem zonasi sekolah, termasuk guru-guru yang selama ini mengajar di sekolah negeri yang dinilai masyarakat sebagai sekolah favorit. "Setelah rotasi ini nanti akan diketahui kualitas dari masing-masing guru," ujar Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.
Penumpang WNA KAI Daop 6 mencapai 264.335 orang hingga September 2026, naik 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Riko Simanjuntak mengungkap latihan PSS Sleman selama jeda internasional sangat ketat. Tim bersiap menghadapi PSM Makassar.
Pemkot Jogja menargetkan 15 KKMP unggulan. Satu koperasi tiap kecamatan akan menjadi pilot project dengan pendampingan OPD.