Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG Karo, Ikan Tak Dimasukkan Freezer
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Kegiatan lima hari sekolah bagi SMA/SMK ini akan dievaluasi ketika susah berjalan satu semester
Harianjogja.com, JOGJA-Disdikpora DIY memastikan sekitar 90% SMA/SMK di DIY sudah menerapkan lima hari sekolah pada semester kedua tahun ajaran 2017/2018. Sabtu yang menjadi hari libur digunakan untuk mendukung siswa dalam melakukan aktivitas sosial budaya baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat umum.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora DIY Triyana Purnamawati menjelaskan, sejak awal 2018 atau memasuki semester kedua tahun ajaran 2017/2018, seluruh SMA/SMK Negeri di DIY baru menerapkan lima hari sekolah. Sementara, pada SMA/SMK swasta diberikan kebebasan sesuai kemampuan sumber daya sekolah masing-masing.
Akan tetapi, berdasarkan hasil identifikasi setelah berjalan sekitar sebulan, ada sekitar 90% SMA/SMK baik negeri maupun swasta di DIY yang sudah menerapkan lima hari sekolah. "Sudah banyak yang menerapkan, yang belum itu hanya sekitar 10 persen dari total SMA/SMK," ungkapnya, Selasa (13/2/2018).
Kegiatan lima hari sekolah bagi SMA/SMK ini akan dievaluasi ketika susah berjalan satu semester. Sejumlah sekolah yang belum melaksanakan biasanya ada keterbatasan SDM sehingga memilih enam hari sekolah. "Tetapi yang swasta banyak juga yang menerapkan, ini merata di seluruh DIY," ujar dia.
Ia menambahkan, pendidikan karakter ada tiga ranah yaitu berbasis kelas, masyarakat dan sekolah. Untuk berbasi kelas, berupaya memunculkan nilai karakter diimplementasikan di semua mata pelajaran. Serta siswa diberikan materi pembiasaan agar membentuk karakter anak. Bagi sekolah yang menerapkan lima hari sekolah, ia berharap sekolah tetap melakukan pemantauan terhadapa siswa saat hari Sabtu. Sehingga hari Sabtu ini sebaiknya didorong untuk implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat.
"Jangan sampai ketika anak libur hari Sabtu kemudian tidak terkontrol, kita mengkhawatirkam asa kejadian yang tidak kita inginkan misalnya kekekerasaan saat pelajar itu libur," imbuhnya.
Oleh karena itu, kata dia, libur hari Sabtu diarahkan untuk pendidikan karakter siswa dengan program yang dimiliki sekolah. Beberapa sekolah melaporkan adanya siswa yang memiliki rutinitas kegiatan sosial pada haro Sabtu seperti kerja bhakti.
Adapun pengawasan yang dilakukan sekolah bisa dilakukan dengan membuat jurnal kemudian siswa diminta mengisi kegiatan hari Sabtu yang kemudian menjadi bahan penilaian guru. "Ada sekolah yang hari Sabtu melaksanakan kerja bakti di lingkungan masyarakat sekolahnya. Ada juga kepramukaan, ada yang di Panti Asuhan, ada juga yang pengajian di salah satu rumah siswa yang dihadiri orang tua bagi," urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.