Nuansa Magis Lukah Gilo Bakal Warnai Galery Indonesia Kaya

Kamis, 09 Maret 2017 14:55 WIB
Nuansa Magis Lukah Gilo Bakal Warnai Galery Indonesia Kaya

Nuansa Magis dari Lukah Gilo akan mewarnai Galery Indonesia Kaya

 
Harianjogja.com, SLEMAN- Seni tari tradisional kembali memberikan inspirasi bagi Mila Art Dance untuk berkarya. Kali ini sebuah tarian asal tanah Riau bernama Lukah Gilo.

Sebuah tari yang menggabungkan tradisi dan seni dalam permainan bernuansa mistis akan disuguhkan pada 11 Maret mendatang di Galerry Indonesia Kaya, Jakarta.

Karya yang menampilkan enam orang seniman tari tersebut, menceritakan tentang permainan mistis yang menggunakan properti berupa keranjang penangkap ikan yang disebut lukah (bilah bambu).

Lukah tersebut bergerak secara mistis usai mendapatkan iringan mantra pemanggil arwah yang dilantunkan oleh seorang bomo (dukun). Gilo dalam Bahasa Minang berarti gila dimana Lukah akan bergerak secara liar karena dimasuki arwah.

Dikatakan sang koreografer, Duwi Novrianti bahwa dalam perkembanganna, tradisi Lukah Gilo berubah menjadi sebuah kesenian rakyat yang menghibur. Kesenian tersbeut hingga kini masih digunakan masyarakat sebagai hiburan seperti dalam pernikahan dan juga acara pemerintahan, meski permainan tersebut kental dengan suasana Magis.

Hal itulah yang lantas menajdi inspirasi bagi Duwi untuk menciptakan karya Lukah Gilo sebagai salah satu kontribusi untuk memertahankan tradisi dan warisan leluhur pada jaman dahulu.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat suatu tradisi yang dikemas dengan nuansa baru tanpa harus meninggalkan esensi, dimana manusia dan makhluk gaib masih terus hidup berdampingan, kita harus menghormati itu,” kata Duwi.

Dalam tim Mila Art Dance, Eko Supriyanto sebagai mentor, Pimpinan Produksi oleh Mila Rosinta Totoatmojo, Koreografer oleh Duwo Novrianti, Muhammad Adnan sebagai composer, serta Irma, Rines, Dea, Ahmad Susantri, Elan, serta Wahyu sebagai penari akan mewakili Seniman Tari di Jogja untuk tampil dalam event yang digawangi Djarum Foundation bertajuk ‘Pentas Ruang Kreatif’ di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesi, West Mall, Jakarta.

Sementara itu, pimpinan produksi dari Mila Art Dance, Mila Rosinta mengatakan dalam persiapannya, para penari telah dibekali latihan sejak awal Januari 2017 lalu. Persiapan yang matang meliputi kesiapan fisik, mental, serta pendalaman karakter untuk menjiwai tarian penuh ekspresif tersebut.

“Kami berusaha agar dapat membawakan penampilan yang terbaik nanti, sekaligus untuk mengenalkan tradisi daerah di Nusantara,” kata Mila .

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online