Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Logo SNMPTN (Dok/JIBI/Solopos)
SNMPTN 2015, nilai UN dapat menjadi pertimbangan asal memenuhi sejumlah syarat.
Harianjogja.com, JOGJA- Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Rochmat Wahab mengatakan pertimbangan nilai Ujian Nasional (UN) terhadap kelulusan SNMPTN 2015 tergantung sejumlah syarat.
Kejujuran dan Keikutsertaan UN
Menurut Rochmat kejujuran siswa dalam mengerjakan UN sesungguhnya menjadi perhitungan. Hasil UN diperlukan untuk menyesuaikan rapor siswa dengan hasil UN guna mendapatkan kesimpulan apakah nilai UN diperoleh secara jujur atau tidak.
"Yang dilihat nanti kejujuran selain nilai UN dan rapor. Namun kalau siswa tidak mengikuti UN, maka justru bisa batal kelulusannya (mengikuti SNMPTN)," kata Rochmat, Selasa (9/2/2015).
Hasil UN Dikirim Sebelum 9 Mei 2015
Kendati demikian, Rochmat mengatakan jika hasil UN tidak dapat dikirimkan ke Tim SNMPTN sebelum 9 Mei maka kemungkinan tidak menjadi bahan perhitungan. Apalagi UN saat ini tidak menjadi penentu kelulusan sekolah.
Menurut dia, ke depan penggabungan nilai rapor, hasil UN, dan prestasi siswa lainnya dalam kelulusan SNMPTN tidak lagi menggunakan pendekatan persentase, sebab mekanisme itu justru dinilai kurang objektif.
"Kalau persentase justru sulit, itu nanti persentase dari mana?," kata Rochmat.
Rochmat mengatakan meskipun perwakilan dari perguruan tinggi tidak lagi menjadi pengawas dalam pelaksanaan UN, perguruan tinggi tetap memiliki tugas memindai lembar jawab ujian nasional (LJUN) menjadi data elektronik. Data tersebut selanjutnya dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Kemdikbud.
"Kami harap Balitbang dapat mengirim hasil penilaian sebelum tanggal 9 (Mei)," kata rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.