KPK VS POLRI : Dim Syamsuddin : Prihatin, Satu per satu Komisioner KPK jadi Tersangka

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Rabu, 04 Februari 2015 11:40 WIB
KPK VS POLRI : Dim Syamsuddin : Prihatin, Satu per satu Komisioner KPK jadi Tersangka

(FOTO ANTARA)

KPK VS Polri, Dim Syamsudin mengimbau setiap pihak mengendalikan diri.

Harianjogja.com, BANTUL-Menanggapi kasus KPK-Polri, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dim Syamsuddin, mengimbau bangsa mengendalikan diri dan tidak terjebak dalam perselisihan yang akhirnya membuat perpecahan. Pihaknya meminta jangan sampai ada pembelahan baru lagi karena ada dua pemikiran dan dua
kepentingan.

"Saya imbau presiden ambil langkah cepat dan tepat. Dari pertemuan bersama MUI di istana kemarin, saya dapat isyarat presiden akan ambil keputusan sebelum berangkat ke luar negeri pada tanggal 5 besok (Kamis, 5/1/2015)," kata Dim Samsudin saat ditemui wartawan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (4/2/2015) pagi.

Keyakinan itu berdasar pada presiden yang sudah menghimpun dari berbagai pihak. Imbauannya, presiden membuat keputusan dengan pertimbangan kata hati yang sesuai ajaran agama.

"Pertimbangan rasional tentang hukum, politik, dan budaya sudah, tetapi jangan lupa dengan pertimbangan spiritual. Saya yakin keputusan presiden akan dilakukan dalam dua hari ini," tegas Dim.

Ditanya soal perkiraan keputusan presiden tentang pengangkatan dan tidaknya BG, Dim menjelaskan posisi Muhamadiyah ataupun MUI sebagai gerakan moral tidak memasuki ranah kebijakan politik. MUI akan serahkan sepenuhnya pada presiden. Presiden akan ambil keputusan yg sesuai dengan aspirasi rakyat terbesar.

Menurut DIM kasus yang tengah bergulir saat ini berawal dari orientasi egoistik. Dari masalah personal, mengkristal dan menjadikan masalah bernuansa dendam dan benci.

"Saya prihatin dengan satu persatu komisioner KPK jadi tersangka dan masalah yang dikasuskan adalah masalah lama. Padahal waktu untuk jadi komisioner prosesnya lama. Kalau mau ungkit-ungkit silakan, tapi semua sekalian dan jangan tanggung-tanggung. Cuma marilah kita tegakkan hukum atas dasar objektifitas," tegas Dim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis