UAN ONLINE 2015 : 4 Sekolah Tolak Jadi Percontohan

Rima Sekarani
Rima Sekarani Selasa, 03 Februari 2015 16:40 WIB
UAN ONLINE 2015 : 4 Sekolah Tolak Jadi Percontohan

Siswa SMP 4 Pakem saat menggunakan ponselnya dalam proses pembelajaran di dalam kelas pada Jumat (12/9/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)

UAN online 2015, sebanyak empat sekolah menolak menjadi percontohan.

Harianjogja.com, SLEMAN-Empat Sekolah di Kabupaten Sleman, seperti SMP Negeri 1 Sleman, SMP Negeri 4 Pakem, SMA Negeri 1 Kalasan, dan SMA Negeri 1 Sleman menyatakan tidak siap menjadi sekolah percontohan pelaksanaan ujian akhir nasional (UAN) dengan sistem online. Keterbatasan sarana prasana menjadi kendala utama.

Kepala SMA Negeri 1 Kalasan, Tri Sugiharto mengakui pihaknya mengaku telah menyatakan keberatannya setelah menerima sosialisasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman terkait UN online beberapa waktu lalu.

“Jumlah komputer yang kondisinya memadai masih kurang. Sekarang baru ada 40 unit, padahal butuh lebih dari 70 unit,” ungkapnya, Senin (2/2/2015).

Menurut Tri, baik siswa maupun guru sebenarnya siap dengan sistem baru tersebut. Kecepatan akses internet yang dimiliki sekolah pun tidak ada masalah.

“Hanya masalah di jumlah komputernya saja. Kemarin saja [komputer sekolah] sempat dipakai untuk Ujian Kompetensi Guru dan berjalan lancar,” katanya menerangkan.

Tri lalu memaparkan jumlah peserta UAN 2015 di SMA Negeri 1 Kalasan mencapai 218 orang. Jika komputer yang disediakan minimal sebanyak sepertiga jumlah peserta, setidaknya harus ada 73 unit komputer.

“Sebenarnya kami ada sekitar 80 unit tapi kebayakan masih model lama jadi tidak layak,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online