UAN ONLINE 2015 : SMKN 2 Jogja Siap Secara Prasarana tetapi Tidak Ditunjuk
JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra Siswa mulai mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) di SMK Negeri 8 Solo, Senin (14/4). UN di sekolah tersebut diikuti oleh 180 siswa.
UAN Online 2015, dari sekian sekolah yang ditunjuk, ada beberapa yang dinyatakan belum layak mengadopsi sistem ujian tersebut.
Harianjogja.com, JOGJA-Suhartati selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja mengatakan sesuai keputusan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) ada beberapa SMK, SMA dan SMP yang ditunjuk melaksankan Computer Based Test (CBT). Dari sejumlah sekolah itu, beberapa SMA dan SMP dinyatakan belum layak dari segi sarpras.
“Lain dengan SMK karena memang sekolah kejuruan yang sudah siap komputernya. Apalagi kemarin ada SMK yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan Ujian Kompetensi Guru (UKG) seperti SMKN 2,” kata Suhartati, Senin (2/2/2015).
Meskipun demikian. Suhartati menyayangkan keputusan Puspendik yang tidak menunjuk SMKN 2 Jogja untuk melaksanakan CBT.
“SMKN 2 itu sudah siap dari segi komputer dan jaringannya tapi kok malah tidak di tunjuk. Sedangkan SMKN 6 yang komputernya terbatas malah ditunjuk,” keluh Suhartati.
Menurut dia, SMKN 2 Jogja memiliki jumlah komputer yang hampir seimbang dengan jumlah siswa. Perangkat IT juga lengkap, begitu juga dengan peralatan pendukung seperti generator set (genset).
Menanggapi hal itu, bagian kurikulum SMKN 2 Yogyakarta yaitu Muhammad Kharis, tidak mempermasalahkan hal itu.
“Kalau ditunjuk kami siap, kalau tidak pun kami juga tidak apa-apa. Yang penting kami sudah memiliki pengembangan jaringan internet serta server-nya sejak semester satu kemarin,” kata Kharis.
Kharis mengakui CBT merupakan bentuk ujian yang simpel serta memudahkan dunia pendidikan karena nilai dapat langsung diketahui. Kalaupun pada akhirnya nanti sekolahnya tidak ditunjuk melaksanakan CBT, SMKN 2 bersedia meminjamkan tempat pada sekolah yang ditunjuk.
“Dari perkiraan, dari total komputer dan total siswa kami, maka hanya akan menggunakan shift satu dan dua dalam sehari Sekolah lain dapat menggunakan shift tiga. Itu pun kalau kami ditunjuk,” katanya.
Jika tidak, SMKN 2 sepenuhnya akan meminjamkan perangkat IT nya pada sekolah lain dengan catatan harus memperhatikan perawatan seperti listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share