Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Salahsatu Mobil Sport Mazda X-8 milik tersangka mafia tanah, Bambang Tedy dibawa penyidik Polda DIY menuju ke Kejati DIY, Rabu (29/10/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan orang anggota dari Gerakan Pemuda Kabah (GPK) memberi dukungan moral di Mapolda DIY saat http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/29/kasus-bambang-tedy-tiga-mobil-mewah-dibawa-ke-kejaksaan-548136" target="_blank">mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Bambang Tedy, tersangka penipuan dan penggelapan jual beli tanah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi DIY, Rabu (29/10/2014).
Di luar gedung Kejaksaan Tinggi DIY terlihat puluhan orang dari ormas pendukung Bambang Teddy, mau pun massa dari pihak korban. Mereka mengawal Bambang Teddy hingga halaman Kejaksaan Tinggi DIY.
Akbar, salah satu juru bicara dalam aksi solidaritas untuk Bambang Teddy mengatakan, massa yang datang merupakan anggota dari Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Sleman, Darwis, FPI dari Jogja, Sleman, Magelang dan Temanggung.
Kedatangan mereka ke Kejaksaan Tinggi hanya untuk memberikan dukungan moral dan menjaga agar proses hukum tidak ada intervensi dari pihak mana pun termasuk pihak korban.
“Kita menghormati proses hukum, kita juga mengawal agar proses hukum tidak ada yang mengintervensi,” kata Akbar.
Komandan GPK Sleman ini melihat ada massa dari salah satu ormas sempalan dari FPI yang mendukung pihak korban mendatangi Kejaksaan Tinggi DIY.
Ia tidak mempermasalahkan ormas itu mendukung korban karena perbedaan sikap dengan Bambang Teddy. “Yang penting kita tetap bersaudara,” ucap Akbar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.
Pemda DIY menilai Gunungkidul memiliki potensi besar mengembangkan wisata geopark, kakao, kopi, dan durian dengan prinsip keberlanjutan.
KPK merespons pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi terkait Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dan mengajak publik menghormati proses hukum.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.