Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, JOGJA - Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Jogja kini telah berubah menjadi Institut Teknologi Yogyakarta (ITY). Peresmian STTL menjadi ITY dilakukan Direktorat Pendidikan Tinggi di kampus setempat, Selasa (14/10/2014).
Wakil Ketua STTL Nanag menjelaskan, dengan perubahan bentuk tersebut secara otomatis akan terjadi pemekaran program studi. Ketika masih menjadi STTL hanya ada dua program studi yang berada di Fakultas Teknik Lingkungan yakni Teknik Lingkungan (S1) dan Ilmu Lingkungan (S2).
"Jadi ketika sudah berubah jadi institut, ada enam program studi yang dikelompokkan ke dalam tiga fakultas," ujarnya, Selasa (14/10/2014).
Adapun klasifikasi program studi tersebut yakni Fakultas Teknik Lingkungan tetap dengan dua prodi aslinya, Teknik Lingkungan dan Ilmu Lingkungan.
Fakultas Teknik Industri sementara hanya punya satu prodi, yakni Teknik Industri. Terakhir Fakultas Sumber Daya Alam yang memiliki tiga prodi, yakni Teknik pertambangan, Teknik Energi dan Teknik Kelautan.
Lebih lanjut Nanang menjelaskan, tuntutan persaingan perguruan tinggi yang terus berkembang di Jogja mengharuskan STTL segera berubah menjadi institut sehingga cakupan disiplin ilmu yang dipelajari lebih luas.
STTL merupakan perguruan tinggi pertama di Jogja yang mengkhususkan pengetahuan mengenai teknik lingkungan.
"Sejak berdiri 1983 lalu kami fokus terhadap disiplin ilmu teknik lingkungan. Kini persaingan antarperguruan tinggi semakin tinggi, jadi kami juga harus mengembangkan diri," tandasnya.
Perubahan bentuk menjadi institut berarti pula mengubah semua kelembagaan yang ada di STTL. Jabatan Ketua STTL nantinya berubah menjadi rektor. Begitu halnya bagian-bagian di bawahnya. Hanya saja ITY tetap berada di bawah naungan Yayasan Lingkungan Hidup.
"Selebihnya juga bakal ada perekrutan dosen dan tenaga lainnya karena bentuk institut jelas memerlukan lebih banyak tenaga," urainya.
Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santosa dalam sambutannya memberikan uraian, STTL merupakan perguruan tinggi yang sudah punya brand tersendiri, yakni kajian lingkungan hidup.
Perubahan bentuk STTL menjadi institut merupakan wujud kepercayaan pemerintah terhadap lembaga pendidikan ini.
"Selama ini STTL sudah punya branding tersendiri. Kami tentu berharap ketika menjadi institute nantinya, kampus ini bisa lebih memberikan warna dalam dunia pendidikan di Jogja yang sudah terkenal sebagai Kota Pelajar," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026. Berikut jadwal keberangkatan yang dapat dijadikan acuan perjalanan:
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat:
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.