2 Remaja Hilang di Gunung Bismo, Pencarian Hari Keenam Belum Berhasil
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Harianjogja.com, BANTUL – Peringatan Gerakan 30 September diwarnai dengan kasalahan beberapa instansi pemerintahan di Bantul dalam pengibaran bendera merah putih.
Pengibaran bendera harusnya setengah tiang sebagai satu sikap duka bangsa mengingat jasa pahlawan revolusi, namun sejumlah instansi mengibarkan merah putih satu tiang penuh.
Kekeliruan pengibaran bendera tersebut terlihat dalam pantauan langsung Harianjogja.com di beberapa instansi yakni perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Dharma, sekretariat Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) yang menyatu dengan sekretariat Forum Anak Bantul dan dua sekolah ternama yaki SMP Ungulan Aisyiyah dan SMA Negeri 1 Bantul.
Adapun satu instansi pemerintah lain yakni Kantor Penyuluh Potensi Perpajakan Bantul memilih membiarkan tiang di halaman kantor tanpa bendera.
Tidak ada penjelasan dari pihak instansi terkait kesalahan pengibaran bendera merah putih bertepatan Indonesia berduka. Sejumlah PNS instansi terkait justru memilih diam tidak menjawab pertanyaan wartawan.
Kesalahan pengibaran bendera tersebut, baru disadari instansi PDAM dan sekretariat Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) yang menyatu dengan sekretariat Forum Anak Bantul setelah sore hari sekitar pukul 14.30 wib.
Lebih ironis, kekeliruan pengibaran bendera merah putih di SMA Negeri 1 Bantul. Bendera merah putih di halaman sekolah berkibar satu tiang penuh. Sejumlah pengurus OSIS mengaku tidak mengetahui jika setiap tanggal 30 September ada kewajiban pengibaran bendera setengah tiang.
“Tidak ada instruksi dan pengumuman. Seharian tadi juga tidak ada pengarahan,” ujar Hafid di sela kegiatan sore hari.
Mukhlas, pengurus OSIS yang lain menambahkan belum ada rencana sekolah akan melaksanakan upacara memperingati hari kesaktian Pancasila 1 Oktober (hari ini).
“Sepertinya tidak akan ada upacara bendera lagi dalam satu pekan yang sama karena upacara bendera sudah hari Senin kemarin,” ujar siswa XI.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Bantul Sumasriyana menyayangkan masih adanya kesalahan dalam pengibaran bendera merah putih sehari ini.
“Harusnya tidak sampai terjadi kesalahan karena sudah ada imbauan. Momentum itu juga sudah rutin setiap tahun dilaksanakan,” ujarnya usai menghadiri kegiatan di Kodim 0730/Bantul.
Namun demikian banyak instansi pemerintah yang sudah menaati edaran pengibaran setengah tiang seperti RSUD Panembahan Senopati, Polres Bantul, rumah dinas bupati, rumah dinas kapolres, Kodim dan Polres, Koramil dan Polsek se Bantul, Kantor Bupati, Kementerian Agama Bantul, DPRD, Disnakertaran, BPS, Disperindakop, Pengadilan Negeri, SMAN 2 Bantul dan Kejaksaan Negeri Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Kabar duka datang dari politik nasional. Rachmat Gobel wafat mendadak dan dimakamkan di TMP Kalibata. Ini profil, kronologi, dan kesaksian kolega.
Prediksi Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Head to head, susunan pemain, kekuatan tim, dan prediksi skor lengkap.
Arus lalu lintas di Bantul masih ramai di akhir libur sekolah namun tetap lancar. Dishub mengimbau pengendara patuhi aturan dan perhatikan keselamatan.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.