Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah siswa di DIY yang gagal dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) reguler enggan mendapatkan status kelulusan yang bisa diperoleh melalui jalur Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) periode II, yang rencananya bakal digelar 19 -22 Agustus 2014 nanti. Fakta tersebut terlihat dari data peserta UNPK di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Tidak ada satu pun peserta dari jalur reguler, baik tingkat SMP maupun SMA yang pada UAN 2014 lalu gagal lulus. Padahal dari tingkat SMA/SMK ada 13 siswa dinyatakan tidak lulus. Sementara dari tingkat SMP ada delapan siswa. Sedianya mereka bisa mendapatkan status kelulusan lewat UNPK Paket B atau C, tergantung tingkat pendidikan masing-masing. Untuk siswa SD atau yang setara dengan pendidikan kesetaraan paket A, dalam UAN reguler, 100% siswa lulus semua.
Warga belajar yang gagal lulus dalam pelaksanaan UNPK periode pertama juga cukup banyak. Dari jalur Paket C ada 83 peserta gagal lulus. Untuk jalur Paket B jumlahnya lebih banyak lagi, yakni 93 yang dinyatakan tidak lulus.
Sekretaris UAN Disdikpora DIY, Agus Mujiharjo mengungkapkan, UNPK lebih banyak diikuti warga belajar yang dalam ujian sebelumnya belum berhasil mendapatkan kelulusan. Mereka berasal dari sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh DIY.
"Masih seperti tradisi-tradisi sebelumnya. UNPK hanya diikuti peserta warga belajar, bukan siswa reguler yang gagal lulus," ujar Agus saat ditemui Harianjogja.com, Sabtu (19/7/2014).
Agus menduga siswa yang tidak lulus dalam UAN belum dapat melupakan kekecewaan yang dialami. Imbasnya, mereka masih merasa malu untuk mengikuti UNPK. Padahal dari jalur itu mereka bisa mendapatkan ijazah kelulusan.
Terkait teknis penyelenggaraan UNPK, Agus menjelaskan, masing-masing PKBM sekaligus menjadi tempat pelaksanaan ujian. Hanya saja, khusus untuk wilayah Kota Jogja, pelaksanaan ujian akan berlangsung pada satu lokasi. Adapun UNPK Paket A yang akan digelar di seluruh DIY diikuti 104 warga dari 19 PKBM. Untuk Paket B atau setara SMP akan diikuti 340 warga belajar dari 32 tempat penyelenggaraan. Sementara untuk Paket C setara SMA menyertakan 814 peserta. Terakhir dari jenjang setara SMK hanya diikuti lima peserta.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal Disdikpora DIY, Mulyani Yuni mengungkapkan, pendaftaran untuk mengikuti UNPK periode II sudah berakhir sejak 20 Juni lalu. Teknis pendaftaran adalah melalui PKBM masing-masing untuk kemudian disampaikan ke Disdikpora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.