5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Harianjogja.com, JOGJA-Puluhan SMP negeri di Sleman yang belum memberlakukan Sistem Real Time Online (RTO) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak dipusingkan dengan lonjakan pendaftar yang mencabut berkas dari SMP negeri yang sudah bersistem RTO. Pada hari terakhir PPDB, hanya sebagian kecil kuota yang diisi oleh pindahan dari SMP yang telah menerapkan RTO.
“Nilainya sudah mepet, jadi tadi langsung ke sini,” kata Sumardi, orang tua calon peserta didik di SMP Negeri 4 Gamping.
Dia mengaku sebelumnya mendaftarkan anaknya di sekolah yang sudah menggunakan sistem RTO. Namun, dia memilih mencabut berkas ketika peringkat anaknya semakin turun.
SMP Negeri 4 Gamping tampak ramai pada Sabtu (5/7/2014) siang. Sekolah tersebut merupakan satu dari 25 SMP negeri di Sleman yang belum menerapkan sistem RTO. Akibatnya, para pendaftar memenuhi sekolah itu untuk memantau perkembangan peringkat nilai. Namun pendaftar di SMP Negeri 4 Gamping lebih didominasi kalangan yang memang sejak awal tak mendaftar di sekolah bersistem RTO.
“Dari awal memang ke sini. Saya enggak mau bingung, mencabut berkas berkali-kali. Jadi pilih sekolah yang memang kira-kira jelas diterima,” ucap Isti, warga Gamping Kidul.
Kepala SMP Negeri 4 Gamping, Suwito, mengatakan memang tak banyak limpahan pendaftar dari sekolah yang telah menerapkan sistem RTO.
“Sebagian kecil saja, terutama yang tidak diterima di Godean. Mereka kan sudah lebih dulu RTO. Selain dari Godean, ada pendaftar dari Kota Jogja dan Kabupaten Bantul,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 1 Cangkringan. Kepala SMP Negeri 1 Cangkringan, Sugianto mengatakan pendaftar pindahan RTO sekitar 20 orang. Rata-rata pendaftar dari Pakem yang tidak diterima dan kembali ke Cangkringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.