Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Pasangan peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 Joko Widodo-Jusuf Kalla, menjawab pertanyaan saat debat capres dan cawapres putaran pertama di Balai Sarbini Jakarta, Senin (9/6/2014). Debat kali ini merupakan debat tahap pertama yang menghadirkan pasangan capres dan cawapres dari lima kali debat yang dijadwalkan dengan tema yang Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum. (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis)
Harianjogja.com, JOGJA-Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor DIY menyatakan sikap mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Joko WIdodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Organisasi semi badan otonom sayap NU ini juga menerbitkan buku Obor Rahmatan Lil Alamin dan 9 Alasan Memilih Jokowi-JK sebagai upaya menetralisir serangan kampanye hitam.
“Saya prihatin dengan beredarnya Obor Rakyat. Makanya kami berupaya menerbitkan buku tandingan Obor Rahmatan Lil Alamin,” kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Wilayah DIY Fairuz Ahmad kepada wartawan di RM Bale Ayu, Jalan Ipda Tut Harsono, Jogja, Kamis (26/6/2014).
Fairuz mengaku kedua buku yang diterbitkan berisi artikel tentang Jokowi-JK sebagai pencerahan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan adanya kampanye hitam. Isi buku tersebut ditulis oleh sejumlah kader NU termasuk Ketua Pengurus Besar (PB) NU pusat.
Dalam buku 9 Alasan Memilih Jokowi yang diterima Harian Jogja, berisi tentang sepak terjang kehidupan dan karir capres nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Capres nomor urut 2 Joko Widodo. Buku tersebut juga berisi mengkritisi Prabowo Subianto, dan sebaliknya menyanjung Joko Widodo, seperti terpapar di halaman 10 dari buku itu.
Buku tersebut tidak mencantumkan penerbit maupun penangungjawab isi redaksi. Namun Fairus mengaskan siap bertanggungjawab. “Saya yang akan bertanggungjawab dalam isi buku itu,” tegas dia.
Fairuz menyatakan, berdasarkan rapat nasional pimpinan pusat Gerakan Ansor dan pimpinan wilayah pada Mei 2014 lalu telah disepakati untuk mendukung capres nomor urut 2. “Yaitu Jokowi-JK,” kata dia.
Kesepakatan mendukung Jokowi-JK diakui Fairuz dengan pertimbangan bahwa mantan Walikota Solo itu adalah sosok yang saat ini sesuai dengan aspirasi mayoritas masyarakat Indonesia. Dari dua cawapres, hanya JK yang merepresentasikan kader NU. “Seluruh warga GP Ansor dengan bulat mendukung pasangan Jokowi-JK", tegas Fairuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.