Universitas Didesak Terapkan Pendidikan Multikultur

Senin, 09 Juni 2014 12:21 WIB
Universitas Didesak Terapkan Pendidikan Multikultur

AKSI TOLERANSI BERAGAMA Aksi penggalangan dukungan untuk toleransi beragama digelar mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK) se-Jawa di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Jumat (23/08/2013). Mereka mengkritisi terjadinya berbagai perpecahan antarsuku dan konflik berlatar agama di Indonesia yang berasaskan Bhinneka Tunggal Ika.

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendesak semua universitas di Jogja serius menerapkan pendidikan multikultur. Langkah tersebut sebagai respon maraknya kasus kekerasan di Jogja belakangan ini.

"Kekerasan berjubah agama masih banyak terjadi walaupun pendidikan multikultur sebenarnya sudah muncul sejak perjanjian Jenewa yang menyebutkan tentang kesadaran dan pemahaman kebhinnekaan, ras, membangun kesadaran menangani konflik dan pengembangan toleransi," papar Asek II bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemda DIY, Didik Purwadi.

Menurut dia, peranan kampus sangat penting dalam menumbuhkan iklim multikultur. Lebih-lebih Jogja merupakan Kota Pelajar, mahasiswa yang menuntut studi tidak hanya berasal dari satu daerah saja tapi berbagai pulau.

"Maka dari itu penekanan pendidikan multikultur ini sangat penting sehingga para mahasiswa bisa saling berbaur meski berasal dari suku dan berbeda," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online