GUNUNG SLAMET : Radius Aman di Atas 2 Kilometer, Masyarakat Diminta Aktivitas Biasa

Sabtu, 26 April 2014 12:06 WIB
GUNUNG SLAMET : Radius Aman di Atas 2 Kilometer, Masyarakat Diminta Aktivitas Biasa

LETUSAN GUNUNG SLAMET Puncak Gunung Slamet menyemburkan material vulkanik saat terjadi letusan terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jateng, Kamis (13/3). Sejak Kamis dini hari, Gunung Slamet mengeluarkan asap hitam berisi material abu vulkanik sembilan kali disertai gempa vulkanik. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Harianjogja.com, JOGJA-Gunung Slamet di Jawa Tengah  mengeluarkan letusan dan embusan asap. Meski demikian, lontaran material pijar jatuh ke dalam kawah, tidak keluar dari radius dua kilometer.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono menjelaskan hasil pengamatan terhadap Gunung Slamet pada Sabtu (26/4/2014) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB secara visual tampak terang dengan angin kencang.

Pada gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang ini juga teramati telah terjadi 50 kali letusan asap, berwarna putih tebal kecoklatan dengan tinggi 150-800 meter condong ke barat.

"Diikuti sinar api atau percikan material pijar tinggi 150 hingga 400 meter. Terdengar 27 kali suara gemuruh sedang," jelas Surono, dalam pesan yang dikirim ke Harianjogja.com, Sabtu (26/4/2014).

Adapun aktivitas kegempaan, terjadi 52 kali gempa letusan dan 90 kali gempa embusan asap.

Dari aktivitas tersebut, Surono menyimpulkan dalam status Gunung Slamet 'waspada', diminta tidak ada aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak.

"Lontaran material pijar jatuh ke dalam kawah, tidak keluar dari radius 2 kilometer. Oleh karena itu, masyarakat di luar radius 2 kilometer dari puncak agar tetap tenang dan lakukan aktivitas seperti biasa," pungkas Surono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online