Polsek Kartasura Tindak Balap Liar, 21 Motor Knalpot Brong Disita
Polsek Kartasura mengamankan 21 motor knalpot brong dalam razia balap liar di Sukoharjo. Polisi akan terus lakukan patroli malam.
Harianjogja.com, SEMARANG - Tiga korban dukun pengganda uang dari Gunung Sumbing Windusari Magelang, Muhyaro tidak dibunuh secara bersamaan.
Di kebun Muhyaro yang berada di Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Sabtu (27/7/2013) lalu ditemukan tiga jasad terkubur.
Satu jasad adalah Yulanda Rifan, dosen Arsitektur FT Undip yang merupakan anak guru besar FH Undip Prof Barda Nawawi. Jasad Yulanda utuh dan tampak belum lama dikuburkan.
http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/01/dukun-jagal-dari-sumbing-2-korban-muhyaro-saling-kenal-pergi-berdua-2-tahun-silam-433831">Dua jasad lain diduga bernama Sunaryo, 39, dan Nurudin, 49. Dua jasad ini kondisinya sudah membusuk.
Kepala Sub Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Sumy Hastri, mengatakan terungkapnya identitas korban didasarkan atas laporan kehilangan warga di Cilacap dan Temanggung.
“Pihak keluarga menyebutkan ciri-ciri yang sesuai dengan kondisi kedua jenazah tersebut,” katanya di RS Bhayangkara Semarang, Kamis (1/8/2013).
Dalam laporan tersebut, kata dia, Sunaryo teridentifikasi sebagai warga Kroya, Kabupaten Cilacap, sementara Nurudin merupakan warga Penggantan, Kabupaten Temanggung.
Keduanya diduga sudah saling mengenal sebelum pergi ke Windusari, Kabupaten Magelang, ke tempat Dukun Muhyaro. Korban terakhir berpamitan ke pihak keluarga sekitar 22 bulan lalu. “Kami sudah minta DNA anak Nurudin dan orangtua Sunaryo untuk dicocokkan," katanya.
Muncul kemungkinan korban dikubur hidup-hidup setelah dipukul bagian kepalanya. Hal itu diketahui dari banyaknya benda asing di saluran pernapasan korban.
Adapun Muhyaro, tewas terjun ke jurang saat diminta menunjukkan kuburan korban-korbannya, Kamis (25/7/2013) lalu. Perwira Polda AKP Yahya R Lihu ikut terjun dan gugur karena tangannya terikat dengan tangan Muhyaro.
Dua hari berikutnya, 3 jasad ditemukan terkubur di kebun Muhyaro. Satu di antaranya dipastikan atas nama Yulanda Rifan. Dua lainnya belum diketahui dan hingga saat ini masih diautopsi di RS Bhayangkara Semarang.
Setelah tersangka utama tewas, polisi menetapkan seorang tersangka atas nama Lasmono. Pria asal Wonosobo ini mengaku ikut membunuh dua korban. Ia masih terus diperiksa untuk pengembangan kasusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Kartasura mengamankan 21 motor knalpot brong dalam razia balap liar di Sukoharjo. Polisi akan terus lakukan patroli malam.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.