SOLAR LANGKA : Bus Magelang-Wonosobo di Temanggung Juga Ikut Mogok

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Rabu, 24 April 2013 16:05 WIB
SOLAR LANGKA : Bus Magelang-Wonosobo di Temanggung Juga Ikut Mogok

TEMANGGUNG-Awak bus antarkota dalam provinsi jurusan Magelang-Wonosobo dan Magelang-Sukorejo melakukan aksi mogok, Rabu (24/4), menyusul pembatasan pembelian solar bersubsidi bagi kendaraan tersebut.

Aksi mogok tersebut sempat diwarnai pemberhentian bus yang nekat beroperasi oleh awak bus lain di daerah Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

"Memang sempat ada aksi pemberhentian bus yang nekat beroperasi, tetapi demi kekompakan semua sepakat untuk tidak beroperasi," kata Ketua Organda Kabupaten Temanggung, Supoyo.

Menurut dia, ada kesepakatan dari kru angkutan terutama di Magelang dan Banyumas untuk mogok beroperasi pada Rabu (24/4), sebagai protes pada pemerintah yang menerapkan pembatasan kuota BBM jenis solar bersubsidi.

"Ratusan bus tidak beroperasi, baik yang domisili di Temanggung, Wonosobo dan Magelang. Ini sesuai kesepakatan bersama," katanya.

Ia mengatakan, sejak ada pembatasan kuota dan pembatasan pembelian solar bersubsidi bagi angkutan umum, pendapatan kru angkutan dan pengusaha otobus berkurang lebih dari 60%.

Ia menuturkan, memang ada penambahan pembelian solar bersubsidi dari sebelumnya maksimal Rp100.000 menjadi Rp200.000 untuk bus kecil dan Rp300.000 untuk bus besar.

"Namun, tetap saja penambahan pembelian itu tidak berpengaruh pada stabilitas angkutan, sebab tidak ada jaminan mendapat solar di SPBU, karena masih ada pembatasan droping solar di SPBU," katanya.

Menghadapi aksi mogok angkutan tersebut, Pemkab Temanggung menerjunkan lima truk dan satu bus sekolah untuk kendaraan angkutan guna mengantar penumpang agar mereka tidak telantar.

"Kami harus mengambil tindakan untuk pelayanan masyarakat di tengah aksi mogok ini. Kami mengoperasikan truk dari Kodim dan Polres serta bus sekolah," kata Kepala Dishubkominfo Kabupaten Temanggung, Sigit Suliantoro.

Ia mengatakan, truk tersebut digunakan untuk mengangkut warga yang terlantar di kawasan terminal dan dalam kota Temanggung.

Kasatlantas Polres Temanggung, AKP Maryadi mengatakan, Kepolisian dan TNI telah mengantisipasi aksi mogok angkutan dan sejauh ini tidak terlalu menjadi masalah karena warga dan pelajar bisa diangkut dengan angkudes.

Ia mengatakan, operasional truk tidak sehari penuh. Namun, hanya pada pagi hari dan saat pulang sekolah. Setelah lepas siang atau setelah pelajar sudah tidak ada di sekolah dan jalanan, truk ditarik kembali ke markas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online