Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
JAKARTA--Indonesia dan Timor Leste bertekad mempercepat
penyelesaian masalah perbatasan darat kedua negara 1,5 tahun ke depan.
Komitmen tersebut disepakati oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan
Perdana Menteri Xanana Gusmao dalam pertemuan siang ini di Istana Merdeka.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menjelaskan sampai saat ini Indonesia
dan Timor Leste baru menyepakati 90% garis yang menjadi perbatasan darat
kedua negara.
"Ada 3 titik yang belum tuntas embarkasinya, tadi dibahas dan komitmen kedua
pemerintahan untuk menyelesaikan masalah ini dalam waktu yang relatif
singkat," katanya di Istana Merdeka, Rabu (20/3/2013).
Dia menambahkan pemerintah Indonesia dan Timor Leste sedang menyusun
pengaturan di wilayah perbatasan agar penduduk di 2 sisi perbatasan bisa
leluasa bersosialisasi meskipun sekarang tinggal di negara yang berbeda.
Selain itu, Marty memaparkan Presiden kembali menegaskan dukungan Indonesia
atas keanggotaan Timor Leste sebagai bagian dari ASEAN.
"Sebagaimana diketahui, Indonesia sejak awal mendukung upaya Timor Leste
untuk menjadi anggota. Jadi ini satu masalah lagi yang ingin dituntaskan,"
kata Menlu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
China mengonfirmasi sejumlah warganya luka akibat gempa M7,7 NTT. Pemerintah China mengaktifkan bantuan konsuler bagi korban terdampak.
Myanmar mengakui 308.975 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Rakhine dan siap menerima mereka saat kondisi aman.
BNPB mencatat 54 orang meninggal akibat gempa M7,7 di Flores, NTT. Pendataan kerusakan dan korban luka masih terus dilakukan.
Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada September 2026. Jumlahnya berpotensi melampaui 10.000 unit.
Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.