OJK Catat Pembiayaan Investasi Multifinance Rp167,89 Triliun
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Jhttp://images.harianjogja.com/2013/02/SBY-27.jpg" alt="" width="260" height="194" />AKARTA—Anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat berpendapat Presiden SBY tidak perlu mengambil cuti untuk mengurus Partai Demokrat selama keterlibatannya dalam menyelesaikan persoalan internal partai tidak mengganggu tugasnya sebagai kepala negara.
Menurut Martin, hal terpenting dalam manajemen partai dan negara adalah ketegasan Presiden SBY dalam memilah-milah pekerjaannya. SBY, ujarnya, harus bisa membedakan mana saatnya mengurus partai dan kapan harus mengurus negara.
Terkait kesibukannya, Martin menyarankan agar SBY mengurangi kegiatan kunjungan ke luar negeri agar bisa lebih fokus mengurus negara. Apalagi, ujarnya, Presiden SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menyatakan akan mengandalikan langsung kepemimpinan partai.
Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, mengingat keseriusan SBY untuk membenahi partainya, sebaiknya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengambil cuti. Apalagi, ujarnya, pada Minggu malam, SBY kembali menyampaikan pidato soal pakta integritas Partai Demokrat.
“Agar lebih fokus menyelesaikan permasalahan partainya SBY lebih baik mengambil cuti. Hal ini dilakukan agar urusan negara dan partai tak campur aduk,” ujarnya. Fadli juga mengingat agar fasilitas negara tidak dipakai untuk kepentingan partai karena hal itu merupakan contoh yang kurang baik dari seorang kepala negara.
Penyampaikan dua kali pidato dalam sepekan, sambung Fadli lagi, menunjukkan prioritas masalah bagi SBY saat ini adalah partainya, bukan rakyat dan negara.
"Waktu umroh pun, doa yang diminta SBY yakni mencari solusi masalah partainya bukan solusi negara. Tentu ini adalah hak Pak SBY sebagai pembina partai," ujar Fadli. Dia menambahkan di beberapa negara lain pun, para presiden mengambil cuti untuk urusan lain yang dipikir lebih prioritas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Promo 17 Agustus 2026 hadir dari KAI, Ancol, CFC, Kopi Kenangan hingga Gramedia dengan diskon dan paket hemat.