Sebaiknya SBY Cuti Jika Ingin Mengurusi Partai Demokrat

Senin, 11 Februari 2013 11:35 WIB
Sebaiknya SBY Cuti Jika Ingin Mengurusi Partai Demokrat

http://images.harianjogja.com/2013/02/SBY-26.jpg" alt="" width="260" height="194" />JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya mengambil cuti sementara demi mengurusi partainya, Partai Demokrat. Hal ini dinyatakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon.

“Apalagi setelah kemarin malam, SBY kembali menyampaikan pidato pakta integritas Partai Demokrat. Sangat jarang, seorang presiden dalam sepekan sampai melakukan dua kali pidato politik hanya untuk merespons urusan internal partainya,” kritik Fadli di Jakarta pada Senin (11/2/2013).

Fadli menyarankan Presiden untuk memisahkan urusan negara dari urusan partai sehingga perlu mengambil cuti.

“Hal ini dilakukan agar urusan negara dan partai tak campur aduk. Sebab jika tidak, potensi abuse of right(penyalahgunaan hak) sebagai presiden dapat terjadi. Fasilitas negara dipakai untuk kepentingan partai. Dan ini contoh yang kurang baik dari seorang kepala negara,” kata Fadli.

Fadli membandingkan langkah Presiden Yudhoyono dengan para presiden negara lain yang cuti untuk urusan tertentu seperti Presiden Venezuela Hugo Chavez yang cuti sakit, Presiden Ekuador Rafael Correa yang cuti untuk fokus pada kampanye partainya selama 30 hari, dan Obama yang pernah cuti liburan.

“Hal ini mereka lakukan untuk menghindari penyalahgunaan hak jabatannya, dan agar fokus untuk urusannya,” kata Fadli.

Dia menilai Presiden Yudhoyono bisa menempuh langkah serupa. “Agar beliau dapat konsentrasi dulu menyelesaikan masalah partainya. Saya yakin urusan partai pun penting karena menyangkut dugaan korupsi,” kata Fadli. (Antara/ms)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online