JAKARTA BANJIR: Perekonomian Terganggu

Kamis, 17 Januari 2013 13:05 WIB
JAKARTA BANJIR: Perekonomian Terganggu

Ilustrasi (NTMC Polri)

http://images.harianjogja.com/2013/01/Banjir-Gn-Sahari-Ancol-NTMC-Polri-Twitter-370x277.jpg" alt="" width="370" height="277" />JAKARTA– Sejumlah karyawan dan pekerja kantoran terhambat untuk berangkat ke kantor karena akses jalan utama yang  tertutup banjir.

Salah seorang karyawan hotel berbintang di kawasan Senayan yang tinggal di Jl. Danau Buyan, Bendungan Hilir, terpaksa menunda keberangkatan ke kantor karena jalan kompleks tergenang air setinggi pinggang orang dewasa.

Karyawan sebuah Bank BUMN juga waswas tidak bisa ke kantor karena  pagi ini sudah ada janji ketemu relasi.

Sementara itu Warga Danau Buyan, Bendungan Hilir  mulai mengungsi ke lantai 2 Masjid Darussalam menyusul meluapnya sungai di samping  perumahan warga.

Air mulai menggenangi jalan sejak subuh dan terus meningkat seiring kiriman air dari arah kawasan B Bendungan Hilir dan meluapnya sungai yang lebarnya sekitar 10 meter.

Saat ini, air mulai masuk ke lantai pertama masjid Darussalam yang ketinggiannya sekitar 60 cm dari permukaan jalan, sementara hujan deras masih mengguyur kawasan ini.

Sementara itu, banjir juga mengakibatkan minimnya pendapatan para supir angkot

“Pada jam sekarang ini [dari pukul 05.00 sampai pukul 10.00] biasanya saya sudah 3-4 kali bolak balik PGC-Perumnas Klender, tapi ini baru satu kali,” kata Asep, supir mikrolet yang melayani penumpang di kawasan Jakarta Timur, hari ini, Kamis (17/1).

Asep mengatakan dengan macetnya jalan menyebabkan dirinya harus menempuh jarak PGC-Perumnas Klender dalam waktu 4 jam. Padahal trayek tersebut biasanya hanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam.

Akibatnya uang yang diperolehnya pun minim. Biasanya sudah mendapatkan Rp 200.000 untuk melayani penumpang dari pukul 05.00 sampai pukul 10.00, hari ini di jam tugas yang sama baru mendapatkan penghasilan Rp 100.000.

Sementara itu, sejumlah supir angkutan umum ada yang tidak sabar menghadapi kemacetan, memutuskan tidak jadi mengantarkan penumpang sesuai trayek, dan mempersilakan penumpang yang sudah naik pindah ke angkutan sejenis lainnya. (JIBI/nel)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online