Sekjen PBB ke Indonesia, Bahas Kerja Sama Multilateral dan Misi Perdamaian

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 17:57 WIB
Sekjen PBB ke Indonesia, Bahas Kerja Sama Multilateral dan Misi Perdamaian

ekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara kepada pers di luar Ruang Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York, beberapa waktu lalu./Antara-Xinhua-Xie E

Harianjogja.com, JAKARTA—Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Oktober 2026. Kunjungan tersebut akan membahas penguatan kerja sama Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral, sekaligus menyoroti kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, mengatakan kunjungan diplomatik itu menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk memperkuat hubungan dan membahas berbagai persoalan global.

"Dalam serangkaian pertemuannya, beliau akan membahas, antara lain, penguatan kerja sama antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sistem multilateral," ujar Farhan Haq dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Menurut Farhan, agenda kunjungan juga mencakup pertemuan bilateral dengan jajaran pejabat tinggi pemerintah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PBB akan menyoroti kontribusi Indonesia terhadap upaya pemeliharaan perdamaian internasional.

Sekjen PBB Kunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI

Salah satu agenda utama kunjungan adalah mendatangi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Di lokasi tersebut, Sekjen PBB dijadwalkan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera bertugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Misi tersebut dikenal dengan nama United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

"Beliau [Sekjen PBB] akan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, di mana beliau akan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera dikerahkan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, MINUSCA," ungkap Farhan.

Pertemuan itu menjadi bagian dari agenda untuk mengapresiasi keterlibatan Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Pasukan Indonesia selama ini berkontribusi dalam berbagai penugasan internasional di bawah mandat organisasi tersebut.

Selain bertemu dengan personel yang akan diberangkatkan, Sekjen PBB juga dijadwalkan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan PMPP TNI. Agenda tersebut ditujukan untuk menghormati 50 personel pasukan perdamaian Indonesia yang gugur ketika menjalankan tugas kemanusiaan.

Sampaikan Pidato tentang Masa Depan Multilateralisme

Agenda lainnya adalah penyampaian pidato di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta. Dalam pidato tersebut, Sekjen PBB akan membahas masa depan multilateralisme di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.

"Saat berada di Jakarta, Sekretaris Jenderal juga akan menyampaikan pidato mengenai Masa Depan Multilateralisme di Kementerian Luar Negeri," kata Farhan.

Pembahasan mengenai multilateralisme berkaitan dengan kerja sama antarnegara dan peran lembaga internasional dalam menangani persoalan bersama. Isu ini menjadi salah satu fokus kunjungan, selain penguatan hubungan Indonesia dengan PBB dan kontribusi pasukan perdamaian.

Rangkaian pertemuan, kunjungan ke PMPP TNI, serta pidato di Kemlu diharapkan memperkuat dialog Indonesia dan PBB mengenai perdamaian, keamanan internasional, dan tata kelola global yang inklusif serta berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online