BPGMN Gandeng Pakar Hidrologi hingga Sosial Ekonomi Kelola Gambut

Akbar Evandio
Akbar Evandio Jum'at, 16 Oktober 2026 09:17 WIB
BPGMN Gandeng Pakar Hidrologi hingga Sosial Ekonomi Kelola Gambut

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan saat memimpin pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air dalam pemadaman lahan gambut di Banjarbaru. Antara/Firman\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan melibatkan tenaga profesional dan akademisi dari berbagai bidang untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Langkah tersebut mencakup pemetaan risiko kebakaran gambut hingga pemodelan untuk memprediksi kondisi kekeringan lahan.

Kepala BPGMN, Satyawan Pudyatmoko, mengatakan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan agar pengelolaan kedua ekosistem tersebut dilakukan berdasarkan pendekatan ilmiah. Upaya ini dinilai penting, terutama untuk mengantisipasi kebakaran gambut yang berulang saat musim kemarau.

"Betul sekali. Pengelolaan gambut membutuhkan dukungan sains yang cukup canggih, misalnya untuk pemodelan, mengetahui kapan dan di mana gambut mengering, serta memetakan risiko kebakaran," ujarnya seusai menghadiri pelantikan pejabat pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

BPGMN Siapkan Kelompok Ahli Berbagai Bidang

Satyawan menjelaskan BPGMN akan membentuk kelompok ahli yang berasal dari sejumlah disiplin ilmu. Kelompok tersebut akan memberikan masukan untuk mendukung pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut.

Bidang keahlian yang akan dilibatkan meliputi hidrologi gambut, revegetasi gambut, serta sosial ekonomi. Keterlibatan para ahli diharapkan membantu badan tersebut menyusun langkah pengelolaan yang mempertimbangkan kondisi lingkungan dan aspek sosial ekonomi.

Menurut Satyawan, masukan dari tenaga profesional dan akademisi akan digunakan dalam pengelolaan serta perlindungan gambut dan mangrove. Kedua ekosistem tersebut merupakan ekosistem esensial yang pengelolaannya berkaitan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Dengan dukungan keahlian lintas bidang, pengelolaan gambut diharapkan dapat memperhitungkan perubahan kondisi lahan, termasuk saat memasuki periode kering. Informasi mengenai waktu dan lokasi gambut mengering juga menjadi salah satu aspek yang diperlukan untuk memetakan risiko kebakaran.

Pengelolaan Mangrove Juga Didukung Kelompok Ahli

Selain gambut, BPGMN akan membentuk kelompok ahli tersendiri untuk mendukung pengelolaan ekosistem mangrove. Pembentukan kelompok khusus ini dimaksudkan agar kebijakan yang disusun dapat mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing ekosistem.

Satyawan menegaskan struktur organisasi BPGMN nantinya akan mencakup kelompok ahli dari berbagai bidang untuk gambut maupun mangrove.

"Dalam struktur organisasi badan ini nantinya akan ada kelompok ahli dari berbagai bidang, seperti hidrologi gambut, revegetasi gambut, dan sosial ekonomi. Begitu juga untuk mangrove, akan ada kelompok ahli tersendiri," katanya.

Pelibatan akademisi dan tenaga profesional tersebut menjadi bagian dari upaya BPGMN memperkuat dasar ilmiah dalam pengelolaan kedua ekosistem. Selain mendukung perlindungan gambut dan mangrove, pendekatan ini diarahkan untuk membantu badan tersebut menyusun kebijakan sesuai karakteristik setiap ekosistem.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online