Mutasi Polri 2026, Ini Daftar Pejabat Strategis yang Berganti

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 12:37 WIB
Mutasi Polri 2026, Ini Daftar Pejabat Strategis yang Berganti

Pelantikan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026)./BPMI Setpres\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Polri memutasi 199 personel yang terdiri atas perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian, mulai dari Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, hingga tiga kepala kepolisian daerah (Kapolda).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Keterangan itu disampaikan Isir di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Selain jabatan Wakabaintelkam dan Kakorlantas, pergantian juga mencakup Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penataan jabatan di lingkungan Polri.

Daftar Pejabat Polri yang Berganti

Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol. Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi Brigjen Pol. Anom Setyadji.

Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya diemban Irjen Pol. Wibowo kini dipercayakan kepada Brigjen Pol. Aries Syahbudin.

Pergantian juga terjadi pada tiga jabatan Kapolda. Berikut nama pejabat yang mengalami pergantian berdasarkan keterangan Polri:

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung: Irjen Pol. Agus Wijayanto menggantikan Irjen Pol. Viktor Theodorus Sihombing.

Kapolda Kalimantan Utara: Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik menggantikan Irjen Pol. Agus Wijayanto.

Kapolda Lampung: Brigjen Pol. Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Dengan demikian, mutasi kali ini mencakup sejumlah posisi penting di tingkat pusat maupun kewilayahan. Perubahan tersebut meliputi bidang intelijen dan keamanan, lalu lintas, serta kepemimpinan kepolisian daerah.

Polri Sebut Mutasi untuk Penguatan Organisasi

Johnny Eddizon Isir menjelaskan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kinerja institusi sekaligus memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurut Isir, penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, hingga integritas setiap anggota.

“Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menegaskan penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.

Mutasi 199 personel tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026. Pergantian sejumlah pejabat strategis menjadi bagian dari upaya penataan organisasi yang, menurut Polri, mempertimbangkan kebutuhan institusi dan pembinaan karier personel.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online