Digitalisasi Bansos Kemensos Terhubung Data Tanah hingga Kendaraan

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 08:17 WIB
Digitalisasi Bansos Kemensos Terhubung Data Tanah hingga Kendaraan

Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.

Harianjogja.com, SEMARANG— Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan data penerima bantuan sosial (bansos) saat ini relatif lebih baik dibandingkan satu hingga dua tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mengakui proses perbaikan data masih berlangsung sehingga tingkat akurasinya belum sepenuhnya tercapai.

"Apakah sekarang sudah akurat? Belum, masih butuh proses. Masih perlu waktu. Tetapi, dibanding dengan 2 tahun yang lalu, dengan 1 tahun yang lalu, data kita sekarang lebih aman," katanya di Semarang, Sabtu malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Saifullah Yusuf saat menghadiri Dialog Penguatan dan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan langkah dan pemikiran untuk memperbaiki data sebagai dasar penyaluran perlindungan sosial. Data yang akurat dinilai penting agar bantuan dapat diterima oleh orang atau keluarga yang memenuhi sasaran.

"Kalau datanya akurat pasti kita akan menyalurkan kepada orang yang tepat atau keluarga yang tepat. Tapi kalau datanya salah maka tentu kita akan menyalurkan kepada orang yang salah," katanya.

Digitalisasi Bansos untuk Memperbaiki Data Penerima

Saifullah mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan konsolidasi data sejak 2025 melalui berbagai saluran. Salah satu upaya yang kini dikembangkan adalah program strategis digitalisasi bansos.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat melakukan registrasi ulang terhadap seluruh penerima bantuan sosial. Langkah ini diharapkan membantu memperbarui data penerima agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

"Di mana dengan digitalisasi bansos ini kita harapkan bisa meregistrasi ulang, mendaftar ulang seluruh penerima bansos," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Selain registrasi ulang, Kemensos membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan permohonan perlindungan sosial. Pengajuan tersebut nantinya akan diproses melalui sistem yang terhubung dengan sejumlah basis data milik pemerintah.

Data yang digunakan antara lain informasi kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, pelanggan listrik, serta data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Keterhubungan berbagai data tersebut diharapkan membantu sistem menilai pengajuan masyarakat berdasarkan informasi yang tersedia.

"Nanti sistem yang akan menjawab, apakah seseorang memenuhi syarat dan dinyatakan layak untuk menerima bansos atau tidak? Nah ini adalah hal yang baru dan memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat," katanya.

Pendaftaran Bansos Melalui Dua Jalur

Dalam pelaksanaannya, Kemensos menyediakan dua jalur untuk mendukung pendataan dan pengajuan perlindungan sosial. Jalur pertama melalui pemerintah, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), hingga pemerintah pusat.

Sementara itu, jalur kedua mengandalkan partisipasi masyarakat. Skema ini melibatkan masyarakat di luar jalur pemerintahan untuk membantu proses pendaftaran dan menjangkau calon penerima bantuan.

Saifullah mengatakan Kemensos telah menguji coba mekanisme tersebut di Banyuwangi. Dalam uji coba itu, sebanyak 60% masyarakat melakukan registrasi ulang sekaligus mengajukan bansos.

Dari jumlah tersebut, 10% melakukan pendaftaran secara mandiri, sedangkan sisanya memperoleh bantuan dari agen bantuan sosial atau perlindungan sosial (perlinsos).

"Karena tidak semua masyarakat memiliki smartphone. Atau yang kedua, dia memiliki smartphone mungkin enggak ngerti cara. Atau yang ketiga, dia punya smartphone dan ngerti caranya tetapi tidak percaya diri untuk mendaftar," katanya.

Relawan Bantu Warga Mengakses Layanan Digital

Kemensos menilai keberadaan agen perlinsos masih diperlukan karena tidak semua masyarakat memiliki perangkat atau kemampuan untuk mengakses layanan digital secara mandiri. Sebagian warga juga membutuhkan pendampingan agar lebih percaya diri saat mengajukan permohonan bantuan.

Karena itu, pada tahap awal pelaksanaan program, Kemensos membutuhkan relawan yang bersedia membantu masyarakat di sekitarnya memasukkan data ke dalam sistem layanan digital bansos.

Saifullah mengatakan uji coba yang sebelumnya dilakukan di Banyuwangi kini diperluas ke sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Kota Semarang.

Sementara itu, layanan digital melalui laman perlinsos.kemensos.go.id disebut sudah dapat diakses secara nasional. Perluasan uji coba dan keterlibatan relawan diharapkan membantu masyarakat mengakses layanan sekaligus mendukung upaya pemerintah memperbaiki data penerima bantuan sosial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online