Yusril Targetkan Revisi UU Narkotika Rampung Akhir 2026
Pemerintah mempercepat revisi UU Narkotika untuk mengatasi lapas overkapasitas dan memperjelas penanganan pengguna serta pengedar narkoba.
Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu. Selain perubahan cuaca di daratan, masyarakat juga diminta mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5–4 meter, potensi banjir rob, serta awan hujan yang dapat mengganggu aktivitas transportasi.
Prakirawan cuaca BMKG Rana mengatakan potensi hujan ringan terpantau di sejumlah kota, mulai dari wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
"Potensi hujan ringan ditemukan di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang, Pontianak, Samarinda, Mamuju, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya," katanya di Jakarta, Sabtu.
Di sisi lain, sejumlah kota diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Wilayah tersebut meliputi Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, dan Kupang.
Kondisi cerah berawan hingga berawan tebal juga diprakirakan terjadi di Makassar, Kendari, Gorontalo, dan Manado.
Prakiraan Cuaca di Sejumlah Kota
BMKG turut mengidentifikasi beberapa kondisi cuaca lain yang perlu diperhatikan masyarakat. Udara kabur berpotensi terjadi di Bandar Lampung, Surabaya, Ambon, dan Merauke.
Sementara itu, asap atau kabut diprakirakan menyelimuti Palangka Raya, Banjarmasin, Palu, dan Sorong. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna transportasi.
Cuaca berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh dan Ternate. Adapun Palembang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang, sedangkan Tanjung Selor berpeluang diguyur hujan petir.
Perbedaan kondisi cuaca di berbagai daerah tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan informasi BMKG sebelum bepergian atau menjalankan aktivitas di luar ruangan.
Gelombang Laut hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi
Selain prakiraan cuaca di daratan, BMKG mengingatkan nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar mewaspadai gelombang tinggi.
Gelombang dengan ketinggian 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut yang beraktivitas di wilayah terdampak.
Masyarakat pesisir juga diminta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi pasang air laut. BMKG mengingatkan adanya potensi banjir rob di pesisir Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.
Warga yang tinggal di kawasan pesisir diimbau memperhatikan perkembangan kondisi laut serta informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG untuk mengantisipasi dampak pasang air laut.
Awan Cumulonimbus Perlu Diwaspadai dalam Penerbangan
BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara agar mewaspadai keberadaan awan hujan jenis Cumulonimbus di sejumlah wilayah.
Potensi awan tersebut terpantau di sebagian besar wilayah Sumatra, mulai dari Aceh hingga Jambi, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, dan Kepulauan Mentawai.
Selain itu, potensi awan Cumulonimbus juga perlu diwaspadai di Selat Malaka bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Samudra Pasifik utara, Maluku, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Keberadaan awan Cumulonimbus menjadi salah satu faktor cuaca yang perlu diperhatikan dalam penerbangan. Karena itu, masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat perlu mengikuti informasi dan arahan keselamatan dari pihak terkait.
Risiko Kekeringan dan Karhutla Tetap Perlu Diantisipasi
Meski hujan diprakirakan turun di sejumlah wilayah, BMKG mengingatkan bahwa kondisi kering masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia. Hujan lebat juga tetap berpotensi terjadi secara lokal.
Rana meminta masyarakat tetap mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat juga diimbau menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
"Meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Waspadai pula risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Sesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca," katanya.
Informasi prakiraan cuaca, potensi gelombang tinggi, dan banjir rob dapat menjadi pertimbangan masyarakat dalam merencanakan perjalanan maupun kegiatan sehari-hari. Masyarakat diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG, terutama ketika beraktivitas di laut, kawasan pesisir, dan wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mempercepat revisi UU Narkotika untuk mengatasi lapas overkapasitas dan memperjelas penanganan pengguna serta pengedar narkoba.
Jasa Marga mengandalkan teknologi, analisis data lalu lintas, dan kesiapan armada untuk meningkatkan keselamatan serta layanan jalan tol.
Warga Dukuh Bono, Klaten, harus antre hingga dua pekan untuk mendapat air bersih. BPBD mencatat 15 desa terdampak kekeringan.
BMKG mencatat 1.869 wilayah mengalami kekeringan ekstrem hingga September 2026. Simak daftar daerah berstatus awas dan prediksi musim hujan.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah wilayah pada Sabtu. Waspadai gelombang 4 meter, banjir rob, awan Cumulonimbus, dan karhutla.