Ketegangan Timur Tengah Memanas, Trump Percepat Pulang dari Camp David

Newswire
Newswire Minggu, 20 September 2026 14:57 WIB
Ketegangan Timur Tengah Memanas, Trump Percepat Pulang dari Camp David

Donald Trump - Antara

Harianjogja.com, ISTANBUL—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempercepat kepulangannya dari Camp David di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Trump sebelumnya dijadwalkan menjalani kunjungan akhir pekan di tempat peristirahatan kepresidenan tersebut.

Menurut laporan wartawan Gedung Putih, Trump diperkirakan kembali ke Gedung Putih pada Sabtu (19/9) malam waktu setempat. Gedung Putih telah memperbarui jadwal presiden dan menyebut Trump akan kembali ke Washington menggunakan Marine One.

Helikopter kepresidenan tersebut diperkirakan tiba di Ellipse sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau 23.00 GMT. Waktu tersebut setara dengan Minggu (20/9) pukul 06.00 WIB, berdasarkan laporan pool yang disampaikan Joey Garrison, wartawan USA Today.

Belum ada alasan yang diberikan terkait perubahan jadwal kunjungan Trump di Camp David tersebut.

Pesawat Sipil Masuk Wilayah Udara Terbatas

Perubahan agenda Trump terjadi setelah sebuah pesawat penerbangan umum memasuki wilayah udara terbatas di atas Thurmont, Maryland, dekat Camp David.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (19/9). Pesawat tempur F-16 dari Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) kemudian mencegat pesawat tersebut dan mengawalnya keluar dari wilayah terbatas secara aman.

Angkatan Udara Pertama mengatakan insiden itu tidak membahayakan orang-orang di darat. Menurut keterangan tersebut, kejadian itu juga tidak menunjukkan adanya ancaman terhadap Trump maupun tempat peristirahatan kepresidenan tersebut.

AS Keluarkan Peringatan Perjalanan

Pada waktu yang sama, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Departemen tersebut mendesak warga Amerika yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan kembali secara serius rencana perjalanan ke dan melalui wilayah Timur Tengah.

Melalui akun Travel.Gov di platform media sosial X, badan tersebut juga meminta warga Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan.

Warga Amerika diminta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta berbagai gangguan lainnya.

“Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi terjadinya eskalasi yang tidak terduga,” kata badan tersebut.

Houthi dan Iran Jadi Perhatian AS

Departemen Luar Negeri AS turut memperingatkan mengenai aktivitas Houthi yang didukung Iran. Badan tersebut menyebut Houthi telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil.

Menurut peringatan tersebut, konflik itu “berpotensi meningkat dengan cepat”.

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan, bisnis, dan institusi AS.

Lokasi yang berkaitan dengan warga Amerika di berbagai belahan dunia juga disebut dapat menjadi sasaran.

Perubahan agenda Trump di Camp David dan peringatan perjalanan tersebut berlangsung dalam situasi keamanan Timur Tengah yang disebut AS masih kompleks, dengan kemungkinan terjadinya eskalasi yang tidak terduga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online