SMA Muha Jogja Integrasikan AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas

Newswire
Newswire Rabu, 09 September 2026 14:27 WIB
SMA Muha Jogja Integrasikan AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas

SMA Muha Jogja mengintegrasikan AI, coding, dan pembelajaran mendalam tanpa mengesampingkan karakter serta kemampuan berpikir kritis siswa. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Jogja terus menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan teknologi, termasuk melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Meski teknologi semakin banyak digunakan, sekolah tetap menempatkan pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai prioritas.

Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Milad ke-76 SMA Muha Jogja. Momentum tersebut tidak hanya digunakan untuk memperingati perjalanan sekolah, tetapi juga menjadi refleksi atas upaya mewujudkan cita-cita para pendiri dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Jogja, Retno Sumirat, mengatakan Milad ke-76 bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Perjalanan sekolah selama lebih dari tujuh dasawarsa menjadi momentum untuk memastikan sekolah dan siswa mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Selama lebih dari tujuh dasawarsa, kami berupaya memastikan kesiapan sekolah dan para siswa dalam menghadapi tantangan zaman. Dulu pembelajaran menggunakan papan kapur dan mesin ketik manual, kini bertransformasi menggunakan papan digital, gawai, hingga kecerdasan buatan," ujar Retno di SMA Muha Jogja, Rabu (9/9/2026).

AI Ditempatkan sebagai Alat Bantu

Retno menegaskan perkembangan teknologi tidak membuat sekolah meninggalkan nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi pegangan. SMA Muha Jogja tetap berpegang pada prinsip teguh dalam ushul dan berkemajuan dalam muamalah.

Atas dasar itu, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti kemampuan berpikir siswa. Teknologi digunakan untuk membantu proses pembelajaran sekaligus menjadi referensi awal bagi peserta didik.

"Teknologi ibarat pisau, bisa menajamkan pengetahuan tetapi juga bisa melukai jika salah pemanfaatan. Karena itu, kami membatasi penggunaan gawai saat pembelajaran dan mengarahkan siswa memanfaatkan AI hanya sebagai referensi awal. Proses berpikir kritis, daya cipta, dan karsa tetap dikembangkan oleh pikiran manusia," jelasnya.

Untuk mendukung penerapan pembelajaran berbasis teknologi, SMA Muha Jogja ditunjuk sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, coding, dan AI.

Sekolah tersebut juga telah menjalin kerja sama internasional dengan lembaga asal Singapura. Kerja sama itu diarahkan untuk melatih para guru agar dapat menerapkan AI secara bijak dan mengintegrasikannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Perhatian sekolah terhadap perkembangan teknologi juga mencakup penggunaan media sosial oleh para remaja. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ancaman cyberbullying.

Untuk memberikan pemahaman kepada siswa, sekolah secara berkala menghadirkan narasumber dari kepolisian. Edukasi tersebut membahas aspek hukum, termasuk UU ITE, sekaligus memperkuat literasi digital siswa.

Milad ke-76 Diisi Beragam Kegiatan

Ketua Panitia Milad sekaligus Waka Humas SMA Muha Jogja, Fatma Taufiyanti, mengatakan Milad ke-76 mengangkat tema Sangkan Paraning Dumadi, Maju ing Samudraning Zaman.

Menurut dia, tema tersebut menggambarkan perjalanan SMA Muha Jogja yang berangkat dari cita-cita luhur dan terus bergerak melewati berbagai era serta generasi.

"Rangkaian acara diawali dengan opening ceremony serta pembukaan Muhammadiyah 2 Annual Competition [Muhacom], yakni kompetisi eksternal tingkat nasional untuk siswa SMP se-Indonesia yang digelar secara offline dan online," kata Fatma.

Muha Com kategori offline mempertandingkan sejumlah cabang, yakni Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ), lomba band, dan lomba vokal. Sementara kategori online meliputi Olimpiade IPA, English News Reading, dan desain poster.

Selain kompetisi, rangkaian Milad ke-76 juga diisi kegiatan sosial dan keagamaan. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah agar peringatan milad tidak hanya berfokus pada kegiatan internal.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain bakti sosial khitanan massal untuk 76 anak yang bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah, pembagian sembako, serta program Muha School Trial bagi siswa SMP.

SMA Muha Jogja juga menggelar Tasmir Al-Qur'an Bil Hifzhi Akbar secara live streaming serta Pengajian Akbar bersama Ustaz Rizqi Azikni.

"Puncak acara milad nantinya akan diisi dengan penganugerahan umrah bagi guru dan karyawan, penghargaan masa bakti, penganugerahan siswa berprestasi, pengumuman pemenang Muhacom, pentas kreativitas siswa, penutupan Rising Up bekerja sama dengan IPM, serta acara talkshow bersama praktisi HR dan pembuat konten Vina Muliana," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online