Kemenag: KKN Harus Jadi Ruang Mahasiswa Belajar Memimpin

Newswire
Newswire Selasa, 08 September 2026 14:47 WIB
Kemenag: KKN Harus Jadi Ruang Mahasiswa Belajar Memimpin

Kemenag mendorong KKN menjadi ruang pembentukan calon pemimpin yang peka sosial, inovatif, dan mampu menerjemahkan ilmu menjadi solusi. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN— Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong perguruan tinggi Islam negeri menjadikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ruang pembentukan calon pemimpin masa depan. Mahasiswa dinilai tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga perlu memiliki kepekaan sosial dan kemampuan menerjemahkan ilmu menjadi solusi bagi masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur mengatakan KKN seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai agenda pengabdian rutin. Menurutnya, interaksi mahasiswa dengan masyarakat menjadi proses penting untuk mengasah kapasitas kepemimpinan sebelum mereka terjun lebih jauh ke tengah masyarakat.

Mahasiswa, kata Waryono, bukan hanya pelaksana program pengabdian. Mereka merupakan calon pemimpin yang dituntut memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial sekaligus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga selama KKN memberikan pembelajaran riil yang tidak selalu didapatkan mahasiswa di ruang kuliah. Energi, kreativitas, dan inovasi generasi muda menjadi modal penting ketika mereka nantinya mengambil peran dalam kepemimpinan.

"KKN harus dikembangkan dengan model sistematis, tematik, inovatif, dan kreatif.Agar program pengabdian dapat terintegrasi secara langsung dengan berbagai program strategis nasional dalam menyongsong Indonesia Emas.," tegas Waryono saat menghadiri Penutupan KKN Angkatan 120 sekaligus KKN Awards 2026 UIN Sunan Kalijaga, Selasa (8/9/2026).

Transformasi pelaksanaan KKN juga dilakukan UIN Sunan Kalijaga dari tahun ke tahun. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Abdul Qoyum, menyampaikan salah satu fokus utama pada 2026 adalah pembenahan tata kelola atau governance.

Pembenahan tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum, transparansi, serta rasa keadilan bagi seluruh mahasiswa yang mengikuti program KKN.

"Saya garansi 100 persen tidak ada satu pun mahasiswa yang ikut pra-KKN itu sifatnya titip-menitip. Tidak ada yang namanya titipan, ini bagian dari perbaikan tata kelola dengan menerapkan asas keadilan," ujarnya.

Selain tata kelola, LPPM UIN Sunan Kalijaga melakukan pembaruan terhadap model KKN luar Jawa dan luar negeri. Program tersebut dikembangkan dengan sistem kompetisi serta diperkuat melalui integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan keterlibatan dosen penguji.

Peningkatan juga dilakukan pada sisi layanan bagi mahasiswa. Salah satunya melalui kenaikan uang transportasi serta penataan sistem teknologi informasi atau IT yang kini dikelola secara mandiri oleh tim internal UIN Sunan Kalijaga. Pelaksanaan KKN 2026 dirancang agar lebih terukur dan memberikan dampak nyata. Program tersebut diselaraskan dengan isu Sustainable Development Goals (SDGs) serta program prioritas Asta Cita.

Untuk menjaga akuntabilitas kehadiran mahasiswa di lokasi KKN, peserta diwajibkan melakukan pemindaian menggunakan sistem generate QR. Sementara itu, pemetaan lokasi KKN juga diperluas hingga mencakup empat negara dan 10 provinsi di Indonesia.

KKN Didorong Selaras Program Strategis Nasional

Pengembangan model KKN tersebut diharapkan membuat program pengabdian mahasiswa memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kebutuhan pembangunan. Mahasiswa tidak hanya datang ke masyarakat untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan dan menghadirkan gagasan yang relevan.

Dalam kesempatan tersebut, LPPM UIN Sunan Kalijaga juga membukukan Laporan Capaian Berkelanjutan 2022–2026 serta Buku Capaian Asta Cita. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari kontribusi UIN Sunan Kalijaga kepada pemerintah dan Kementerian Agama.

Selain itu, LPPM juga menjalankan program akselerasi inkubator wirausaha syariah sebagai bagian dari penguatan kontribusi perguruan tinggi.

Program tersebut melengkapi arah pengembangan KKN yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian masyarakat, tetapi juga penguatan kapasitas mahasiswa agar memiliki bekal menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Pemkab Sleman Apresiasi Kontribusi Mahasiswa

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN di tengah masyarakat.

Menurut Danang, berakhirnya pelaksanaan KKN tidak semestinya dimaknai hanya sebagai penutup sebuah program akademik. Lebih dari itu, KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi publik.

"Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat hendaknya tidak dipandang sekadar menjalankan kewajiban. Mahasiswa harus hadir sebagai pemikir, fasilitator, penggerak, sekaligus sumber inspirasi," tegas Danang.

Danang juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif quadruple helix dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Pendekatan tersebut melibatkan empat unsur, yakni akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan media.

Dalam konteks pembangunan Sleman, Danang menilai KKN UIN Sunan Kalijaga telah menjadi salah satu mitra strategis yang memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, pengalaman mahasiswa selama berinteraksi langsung dengan masyarakat harus menjadi bekal untuk melanjutkan kontribusi setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing.

"Meskipun masa pelaksanaan KKN berakhir hari ini, keterlibatan sosial kalian sebagai agen perubahan tidak pernah berakhir. Jadikan pengalaman interaksi langsung dengan warga ini sebagai pemicu motivasi untuk terus berkontribusi di mana pun berada," pesan Danang kepada para mahasiswa peserta KKN.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online