Singapura Kalah 0-2, Gavin Lee Akui Indonesia Sangat Bagus
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
JEC Eye Hospitals and Clinics meraih Top Brand Award 2026, memperkuat reputasi sebagai penyedia layanan kesehatan mata terpercaya selama 42 tahun.
Harianjogja.com, JAKARTA— JEC Eye Hospitals and Clinics meraih Top Brand Award 2026, penghargaan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan mata di Indonesia. Pengakuan tersebut menjadi cerminan kepercayaan masyarakat yang terus terjaga selama lebih dari 42 tahun melalui pelayanan medis yang mengedepankan kualitas, keselamatan pasien, serta inovasi teknologi.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah institusi layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tingkat popularitas, tetapi juga kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang konsisten.
"Dalam layanan kesehatan, awareness dan trust sama-sama penting. Dikenal luas oleh masyarakat harus berjalan bersama kemampuan untuk menjaga kepercayaan melalui layanan yang aman, tepat, dan berkualitas. Karena itu, mencerminkan bagaimana masyarakat melihat konsistensi yang telah kami bangun selama 42 tahun," katanya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Prof. Tjahjono, kepercayaan pasien dibangun melalui pengalaman panjang yang didukung tenaga medis berkompeten, diagnosis yang akurat, pemanfaatan teknologi mutakhir, hingga komunikasi yang terbuka agar pasien memahami setiap pilihan terapi yang tersedia.
"Pasien datang bukan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan atau tindakan, tetapi juga untuk memperoleh rasa aman dan keyakinan bahwa keputusan medis yang diambil sesuai dengan kebutuhannya. Inilah DNA yang terus dijaga, yaitu menghadirkan layanan kesehatan mata yang tidak hanya unggul secara teknologi," tambah Prof. Tjahjono.
Selama empat dekade lebih beroperasi, JEC mencatat pengalaman panjang dalam penanganan berbagai gangguan kesehatan mata. Hingga saat ini, jaringan rumah sakit dan klinik tersebut telah menyelesaikan lebih dari 250.000 operasi katarak.
Selain itu, lebih dari 150.000 tindakan koreksi kelainan refraksi menggunakan teknologi LASIK dan SMILE juga telah dilakukan.
Layanan yang tersedia mencakup penanganan berbagai penyakit mata, mulai dari katarak, kelainan refraksi, retina, glaukoma, trauma mata, okuloplasti, kesehatan mata anak, strabismus, miopia, dry eye, imunologi mata, neuro-oftalmologi, hingga gangguan mata akibat penyakit tiroid.
Untuk memperluas akses masyarakat, JEC kini memiliki 16 rumah sakit dan klinik utama yang tersebar di berbagai kota, antara lain Jakarta, Depok, Bekasi, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Pasuruan, Bali, Makassar, dan Kendari.
JEC juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai mekanisme rujukan yang berlaku serta menerapkan sistem hub and spoke, sehingga klinik dapat menjadi lokasi skrining awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit mata yang memiliki layanan subspesialis.
Perkuat Layanan Lewat Inovasi Digital
Transformasi layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Masyarakat dapat melakukan skrining awal gangguan penglihatan melalui aplikasi EyeCheck, sedangkan layanan konsultasi jarak jauh tersedia melalui platform @Cloud berbasis telemedicine.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.
Tidak hanya berkembang di dalam negeri, JEC juga memperluas kontribusinya di tingkat global. JEC menjadi satu-satunya institusi dari Indonesia yang dipercaya sebagai Council Member di World Association of Eye Hospitals (WAEH). Selain itu, JEC juga berperan sebagai co-founder sekaligus mitra global dalam ASEAN Association of Eye Hospitals (AAEH).
Melalui organisasi tersebut, aktif melakukan pertukaran ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi kesehatan mata, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang oftalmologi. Di bidang sosial, secara rutin menggelar edukasi mengenai deteksi dini gangguan penglihatan, kegiatan ilmiah, serta program Bakti Katarak JEC yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.
" Pertumbuhan, inovasi, penguatan teknologi, dan perluasan layanan harus selalu kembali pada tujuan utama, yaitu membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan mata yang aman, tepat, dan dapat dipercaya," tutur Prof. Tjahjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.