Dunia Bergerak, AS dan Negara Lain Bantu Venezuela Usai Gempa M 7,5

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 25 Juni 2026 15:07 WIB
Dunia Bergerak, AS dan Negara Lain Bantu Venezuela Usai Gempa M 7,5

Tangkapan layar reruntuhan bangunan di wilayah La Guaira Venezuela, setelah gempa 7,5 magnitudo melada negara tersebut pada Kamis (25/6/2026) ist

Harianjogja.com, MOSKOW—Gelombang bantuan internasional mulai mengalir ke Venezuela setelah negara tersebut diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo hingga 7,5 pada Rabu (25/6/2026). Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang bergerak cepat dengan mengirim tim penyelamat, tenaga medis, serta bantuan kemanusiaan.

Pejabat sementara Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk urusan kemanusiaan, Jeremy Lewin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim tanggap bencana untuk membantu penanganan di lapangan. Bantuan ini mencakup operasi pencarian dan penyelamatan, distribusi pasokan medis, serta dukungan logistik lainnya pada masa-masa awal pascabencana.

“Kami bekerja sama dengan mitra di Venezuela untuk memastikan bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang terdampak,” ujar Lewin dalam pernyataan di media sosial X.

Selain itu, Amerika Serikat juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan proses distribusi bantuan berjalan efektif. Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menegaskan bahwa negaranya siap memberikan dukungan penuh di tengah situasi darurat tersebut.

Tak hanya Amerika Serikat, sejumlah negara turut menunjukkan solidaritasnya. Presiden Ekuador Daniel Noboa memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan, sementara Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan kesiapan mengirim 300 personel penyelamat dan tenaga medis, serta puluhan ton logistik.

Dukungan juga datang dari Brasil melalui Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Republik Dominika yang mengirim tim tanggap darurat, serta India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi yang siap menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan Venezuela.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa besar mengguncang Venezuela dalam waktu berdekatan dengan magnitudo 7,2 dan 7,5. Pusat gempa terdeteksi di sekitar Moron dan San Felipe, memicu kerusakan luas di berbagai wilayah.

Di ibu kota Caracas, sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan menimbulkan korban jiwa. Pemerintah Venezuela pun menetapkan status darurat nasional guna mempercepat penanganan bencana.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyebutkan bahwa dampak gempa meluas ke sejumlah wilayah seperti Miranda, La Guaira, Aragua, hingga Carabobo. Bahkan, bandara utama Maiquetia terpaksa ditutup akibat kerusakan signifikan.

Selain itu, sedikitnya 20 gempa susulan tercatat terjadi setelah dua gempa utama, menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi bencana lanjutan.

Di tengah kondisi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyerukan persatuan nasional. Ia mengajak seluruh rakyat untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas dalam menghadapi cobaan.

Pemerintah Venezuela juga mengapresiasi respons cepat dari berbagai negara dan lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta institusi keuangan global yang siap memberikan bantuan.

Dengan dukungan internasional yang terus berdatangan, upaya evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih cepat guna meringankan beban masyarakat terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online