Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 73 Jadwal Penerbangan Terdampak
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Penyiar senior TVRI Teddy Resmi Sari meninggal dunia pada usia 90 tahun. Sosok "Kak Teddy" dikenang sebagai pelopor penyiaran Indonesia. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Dunia penyiaran Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Penyiar senior Televisi Republik Indonesia (TVRI), Teddy Resmi Sari, meninggal dunia pada Senin dini hari di kediamannya di Tangerang Selatan dalam usia 90 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka sekaligus kenangan panjang atas kontribusinya dalam perkembangan radio dan televisi nasional.
Nama Teddy Resmi Sari lekat dalam ingatan publik sebagai salah satu wajah generasi awal TVRI yang turut membangun fondasi penyiaran Indonesia. Kiprahnya menjangkau berbagai peran, mulai dari penyiar berita, produser, hingga penulis naskah program televisi yang mewarnai layar kaca selama beberapa dekade.
Teddy merupakan salah satu penyiar yang bergabung pada masa-masa awal berdirinya TVRI. Sosok yang akrab disapa Kak Teddy itu dikenal luas melalui sejumlah program populer, di antaranya Cerdas Cermat untuk anak-anak serta Panorama Remaja yang menjadi tayangan favorit generasi muda pada era 1970-an.
Sebelum berkarier di televisi, Teddy terlebih dahulu mengabdikan diri di Radio Republik Indonesia (RRI). Pengalaman di dunia radio menjadi pijakan penting yang mengantarkannya berkembang sebagai salah satu figur penyiar paling dikenal pada masa awal perkembangan media elektronik di Indonesia.
Perempuan yang merupakan putri ketiga sastrawan ternama Sanusi Pane tersebut tidak hanya dikenal sebagai pembaca berita. Dalam perjalanan kariernya, ia juga aktif terlibat dalam proses kreatif di balik layar sebagai produser sekaligus penulis naskah berbagai program televisi.
Putra almarhumah, Audy Mirza Alwi, mengenang ibundanya sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama dan dedikasi besar terhadap profesinya.
"Mama adalah sosok ibu yang murah hati, membantu meringankan kesusahan orang lain. Di lain pihak dia juga ibu yang sibuk dengan pekerjaannya, bahkan sampai bisa menulis sebuah buku di tengah kesibukannya itu," kata Audy kepada ANTARA, Selasa (16/6/2026).
Menurut Audy, yang juga merupakan mantan Redaktur Foto Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, kesibukan Teddy di dunia penyiaran tidak membuat perhatian terhadap keluarga berkurang.
"Meskipun begitu Alhamdulillah kami anak-anak bisa selesai pendidikan hingga berkeluarga," ujarnya.
Meski telah memasuki usia lanjut, Teddy disebut tetap mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan dinamika industri penyiaran nasional. Ketertarikannya terhadap dunia yang telah membesarkan namanya itu tidak pernah surut hingga akhir hayat.
Dalam beberapa tahun terakhir, almarhumah diketahui tinggal bersama putri bungsunya di kawasan Tangerang Selatan. Teddy meninggalkan empat orang anak yang terdiri atas dua putri dan dua putra yang seluruhnya telah berkeluarga. Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam RW 07 Kampung Tipar, Cimanggis, Depok.
Bagi banyak kalangan, Teddy Resmi Sari bukan sekadar penyiar televisi. Ia merupakan bagian dari generasi perintis yang ikut membentuk wajah penyiaran Indonesia sejak era radio hingga televisi menjadi media utama masyarakat memperoleh informasi dan hiburan.
Kehadirannya melalui berbagai program legendaris TVRI menjadikan namanya dikenal lintas generasi. Warisan pengabdian yang ditinggalkannya turut menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan dunia penyiaran nasional yang terus berkembang hingga saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Ranu Regulo tetap dibuka meski sejumlah titik di Gunung Bromo terbakar. Wisatawan diminta waspada dan tidak menyalakan api.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Astra Financial dan OJK mengukuhkan 1.000 Duta OJK Peduli di Jogja untuk memperluas literasi keuangan hingga ke masyarakat.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.