Investasi RI Tembus Rp1.539 Triliun hingga September 2026
Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.539,2 triliun hingga September 2026 dan menyerap 2,19 juta tenaga kerja baru.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir Mei menunjukkan tren positif, ditandai dengan kenaikan belanja negara sekaligus perbaikan penerimaan pajak.
Dalam laporan APBN KiTa edisi Juni 2026, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka ini tumbuh 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen. Bagus, artinya sesuai dengan target ya, kita selalu ingin mempercepat belanja mencapai Rp1.365,4 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Belanja pemerintah pusat naik tajam
Dari total tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari pagu. Pertumbuhannya bahkan tercatat melonjak 52,6 persen secara tahunan (year-on-year).
Belanja tersebut terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp517,7 triliun yang terdorong oleh program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, hingga pencairan tunjangan hari raya (THR).
Sementara belanja non-K/L mencapai Rp541,6 triliun yang dipengaruhi pembayaran subsidi, manfaat pensiun, serta kompensasi energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.
Di sisi lain, transfer ke daerah (TKD) tercatat Rp306,1 triliun dan mengalami kontraksi 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penerimaan negara menguat
Dari sisi pendapatan, APBN hingga Mei 2026 mengumpulkan Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target. Kinerja ini tumbuh 19,1 persen secara tahunan, ditopang oleh penguatan penerimaan pajak serta bea dan cukai.
Penerimaan perpajakan tercatat Rp958,2 triliun, dengan pajak menyumbang Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen (yoy). Sementara kepabeanan dan cukai mencapai Rp123,8 triliun.
Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga tumbuh 19,9 persen menjadi Rp226,4 triliun.
“Jadi ada perbaikan signifikan di pajak dibanding tahun lalu. Tahun lalu negatif, sekarang sudah positif,” kata Purbaya.
Defisit masih terkendali
Meski belanja tinggi, defisit APBN tetap terkendali di level Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menilai angka tersebut masih dalam batas aman untuk menjaga stabilitas fiskal.
Selain itu, keseimbangan primer juga mencatat surplus Rp58,6 triliun, yang menunjukkan kondisi fiskal masih relatif sehat.
“Yang penting lagi, surplus keseimbangan primernya Rp58,6 triliun. Artinya anggaran kita lebih berkesinambungan,” ujar Menkeu.
Dengan tren penerimaan yang menguat dan belanja yang terus dipercepat, pemerintah optimistis kinerja APBN 2026 tetap berada pada jalur yang terjaga hingga akhir tahun anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.539,2 triliun hingga September 2026 dan menyerap 2,19 juta tenaga kerja baru.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam dan Bintan pada Oktober 2026, terdiri dari empat petugas PLN Batam dan satu kontraktor.
BP Tapera mendapat amanah mengelola pembiayaan hingga 350.000 unit rumah subsidi melalui skema KPR FLPP untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Ookla mencatat kecepatan unduh internet seluler Indonesia mencapai 52,01 Mbps pada kuartal III/2026, naik 43,4% secara tahunan.
Totok Daryanto mengukuhkan hampir 1.000 relawan di Kulonprogo untuk menyerap aspirasi warga dan mengawal persoalan masyarakat hingga DPR RI.