Wabah Ebola, CDC Afrika Keluarkan Peringatan Dini untuk 10 Negara

Jumali
Jumali Minggu, 24 Mei 2026 13:47 WIB
Wabah Ebola, CDC Afrika Keluarkan Peringatan Dini untuk 10 Negara

Ilustrasi Ebola/Ist-express.co.uk

Harianjogja.com, JOGJA—Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman penyebaran wabah ebola. Peringatan ini ditujukan kepada sedikitnya 10 negara yang dinilai berisiko tinggi terdampak menyusul lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Dilansir dari Anadolu, Kepala CDC Afrika, Jean Kaseya, mengumumkan status kewaspadaan ini pada Minggu (24/5/2026). Adapun 10 negara yang masuk dalam daftar risiko meliputi Ruanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Sebagian besar dari negara tersebut berbatasan langsung dengan Kongo atau Uganda yang saat ini masih melaporkan adanya kasus ebola. Khusus untuk Ethiopia, meski tidak berbatasan langsung, negara tersebut tetap masuk dalam daftar pantauan karena faktor mobilitas dan konektivitas regional yang tinggi.

Guna menangani lonjakan wabah, CDC Afrika bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengajukan permintaan pendanaan darurat sebesar US$314 juta atau sekitar Rp5,1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung respons penanganan wabah di seluruh benua. Sebagian besar alokasi dana akan difokuskan ke Kongo dan Uganda sebagai episentrum wabah, sementara sekitar US$54 juta (sekitar Rp877 miliar) akan digunakan untuk penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan di 10 negara berisiko tinggi.

Langkah konkret pun mulai digulirkan, mulai dari pembentukan sistem manajemen insiden nasional, penguatan koordinasi lintas batas, hingga percepatan riset vaksin untuk strain Bundibugyo. Pihak otoritas juga akan mengirimkan tim tambahan serta menyediakan stok darurat obat-obatan dan alat pelindung diri (APD).

Data menunjukkan bahwa wabah ebola di Kongo secara resmi diumumkan pada Jumat (15/5/2026) di Provinsi Ituri. Penyebaran virus kemudian meluas dengan cepat ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan. Menurut laporan WHO, tercatat setidaknya terdapat sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek, di mana 82 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium.

WHO kini telah menetapkan status kewaspadaan wabah ebola di kawasan tersebut pada level "sangat tinggi" (very high). Bagi warga negara Indonesia yang berada di kawasan Afrika, diharapkan untuk senantiasa mengikuti arahan otoritas setempat, menjaga protokol kesehatan, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, muntah, atau pendarahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online