Nathan Tjoe-A-On Bawa Willem II Promosi ke Eredivisie
Nathan Tjoe-A-On membawa Willem II Tilburg promosi ke Eredivisie 2026/2027 usai menang adu penalti 5-4 atas FC Volendam.
Ilustrasi Ebola/Ist-express.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA— Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika atau Africa CDC memperingatkan sedikitnya 10 negara di Afrika berada dalam risiko tinggi terdampak wabah Ebola menyusul lonjakan kasus di Republik Demokratik (DR) Kongo.
Peringatan tersebut disampaikan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status kewaspadaan wabah Ebola menjadi “sangat tinggi” akibat peningkatan penyebaran kasus di kawasan Afrika Tengah dan Timur.
Kepala Africa CDC, Jean Kaseya, mengatakan negara-negara yang masuk kategori berisiko tinggi meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.
Sebagian besar negara tersebut berbatasan langsung dengan DR Kongo atau Uganda yang saat ini sama-sama melaporkan kasus Ebola. Ethiopia menjadi satu-satunya negara dalam daftar yang tidak berbatasan langsung dengan wilayah terdampak.
WHO dan Africa CDC Ajukan Dana Rp314 Juta Dolar AS
Untuk memperkuat penanganan wabah, Africa CDC dan WHO mengajukan kebutuhan pendanaan lebih dari 314 juta dolar Amerika Serikat guna mendukung respons kesehatan darurat Ebola di kawasan tersebut.
Sebagian besar dana itu akan difokuskan untuk penanganan wabah di DR Kongo dan Uganda, termasuk kebutuhan pengobatan pasien, pengawasan kasus, hingga upaya pencegahan penyebaran virus.
Sementara itu, 10 negara berisiko tinggi lainnya akan berbagi alokasi dana sekitar 54 juta dolar AS untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran Ebola lintas negara.
Langkah penanganan yang disiapkan meliputi:
Pembentukan sistem manajemen insiden nasional.
Penguatan koordinasi lintas batas antarnegara.
Percepatan riset vaksin Ebola strain Bundibugyo.
Pengiriman tambahan tenaga kesehatan dan tim respons cepat.
Penempatan stok darurat untuk kebutuhan penanganan wabah.
Kasus Ebola di DR Kongo Terus Meningkat
Lonjakan kasus Ebola di DR Kongo terjadi sejak wabah diumumkan pada 15 Mei 2026 di Provinsi Ituri. Penyebaran kemudian meluas ke wilayah Kivu Utara dan Kivu Selatan.
WHO melaporkan, hingga kini terdapat sekitar 750 kasus suspek Ebola dengan 177 kematian suspek akibat virus tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi positif Ebola di DR Kongo.
Di Uganda, Kementerian Kesehatan setempat pada Sabtu (23/5/2026) melaporkan tambahan tiga kasus baru sehingga total kasus terkonfirmasi dalam wabah saat ini menjadi lima kasus.
Pembatasan Sosial Mulai Diterapkan
Pemerintah DR Kongo mulai menerapkan sejumlah pembatasan sosial di wilayah pusat wabah, khususnya Provinsi Ituri, untuk menekan penyebaran virus Ebola.
Gubernur militer Ituri, Jenderal Johnny Luboya, melarang aktivitas kerumunan dengan jumlah lebih dari 50 orang di sejumlah zona kesehatan terdampak, termasuk Bunia, Rwampara, Mungwalu, dan Nyakunde.
Selain itu, sejumlah aktivitas publik seperti kegiatan olahraga juga dihentikan sementara sebagai bagian dari langkah pengendalian wabah.
WHO sendiri telah menaikkan tingkat kewaspadaan Ebola menjadi “sangat tinggi”, sementara beberapa negara tetangga DR Kongo mulai memperketat pengawasan perbatasan dan pembatasan perjalanan dari wilayah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nathan Tjoe-A-On membawa Willem II Tilburg promosi ke Eredivisie 2026/2027 usai menang adu penalti 5-4 atas FC Volendam.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.