Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta dijadwalkan digelar secara terbuka untuk umum mulai Rabu, 29 April 2026. Agenda awal mencakup pembacaan surat dakwaan dengan para terdakwa wajib hadir langsung di ruang sidang.
Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto menegaskan persidangan akan sama seperti di pengadilan negeri. Masyarakat dan media dipersilakan memantau langsung untuk menjaga transparansi proses hukum.
"Pesidangan terbuka untuk umum, sama seperti di pengadilan negeri. Silakan masyarakat dan media datang untuk memantau jalannya sidang," kata Fredy di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (16/4).
Langkah ini sejalan dengan dorongan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai agar oditur militer dan hakim bekerja transparan serta mengutamakan keadilan.
"Saya meminta supaya oditur militer dan para hakim supaya benar-benar membuka secara transparan kepada publik agar bisa mengikuti perkembangan secara saksama," ujar Pigai saat jumpa pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin.
Pigai menambahkan bahwa permintaan ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan kasus secara tuntas dan adil. Ia juga menyatakan sejak awal telah menyampaikan kecaman keras terhadap aksi premanisme tersebut yang mengancam hak-hak masyarakat.
Kini kasus telah memasuki ranah pengadilan dengan harapan proses berjalan kondusif tanpa intervensi. Pigai bertekad proses peradilan menghasilkan keadilan bagi korban dan masyarakat luas.
Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya akibat disiram air keras oleh anggota TNI. Luka tersebut juga mengenai bagian mata korban sehingga membutuhkan penanganan medis.
Ssejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian serta pemantauan lalu lintas dari Dinas Perhubungan menunjukkan adanya indikasi bahwa penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut telah direncanakan secara sistematis.
Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia yang dikenal berani serta konsisten memperjuangkan penegakan hukum dan HAM di Indonesia.
Selain aktif dalam advokasi isu HAM, Andrie juga dikenal vokal dalam berbagai persoalan publik, termasuk keterlibatannya dalam koalisi masyarakat sipil yang melakukan investigasi independen terhadap sejumlah peristiwa penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.