Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah mempercepat perluasan program Sekolah Rakyat dengan lonjakan target penerima manfaat yang diproyeksikan melampaui 100 ribu siswa pada 2027. Ekspansi ini dibarengi pembangunan fasilitas baru dan seleksi siswa yang mulai digelar di berbagai daerah.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut pada tahun ini jumlah peserta ditargetkan menembus lebih dari 30 ribu siswa. Jika digabungkan dengan sekitar 15 ribu siswa dari tahun ajaran sebelumnya, total penerima manfaat hingga akhir 2026 diperkirakan mencapai 46 ribu siswa.
"Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Tahun ini target kita menembus 30 ribu siswa, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi lebih dari 100 ribu siswa," kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Fokus utamanya adalah mereka yang putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menurut Saifullah, program ini merupakan bagian dari prioritas arahan Presiden, Prabowo Subianto, untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk karakter generasi muda.
"Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan untuk dirinya, keluarganya, dan untuk Indonesia. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan jalan perubahan melalui pendidikan terpadu," tuturnya saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas di lingkungan BBPPKS Makassar.
Untuk mendukung peningkatan jumlah siswa, pemerintah menyiapkan pembangunan gedung permanen di lebih dari 100 titik pada tahun ini. Dalam jangka panjang, setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Seiring pembangunan tersebut, proses seleksi siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 juga mulai berjalan.
"Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, ya SD, SMP, SMA," cetusnya.
Selain pendidikan formal berbasis learning management system (LMS), siswa juga mendapatkan pembinaan karakter melalui sistem berasrama. Pendekatan ini dinilai mulai menunjukkan hasil positif.
"Hasilnya sudah mulai terlihat, mulai lebih percaya diri, mereka sudah memiliki minat dan tekad di bidang tertentu dan lebih penting lagi adalah anak-anak sudah memiliki kesadaran memanfaatkan kesempatan yang ada agar mereka benar-benar menjadi siswa yang memiliki ilmu, berkarakter dan pintar," kata dia menandaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.