Indonesia Hajar Singapura 5-0, Amankan Tiket Piala Asia Putri U17 2027
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.
Aktivis KontraS Andrie Yunus. - Foto Instagram @aandrieyunus
Harianjogja.com, JAKARTA—Desakan agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ditangani melalui peradilan umum kembali menguat. Tim advokasi menilai jalur hukum tersebut lebih tepat untuk mengungkap seluruh fakta, termasuk dugaan perencanaan dalam kasus yang hingga kini masih menyisakan perbedaan pandangan.
Langkah ini ditandai dengan pengiriman surat langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara. Surat tersebut juga memuat permintaan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan surat itu merupakan bentuk dorongan agar proses hukum berjalan transparan dan sesuai dengan karakter perkara.
“Kami juga membawa surat langsung dari Andrie Yunus yang ditulis oleh Andrie Yunus untuk diserahkan kepada Kementerian Sekretariat Negara,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurut Dimas, kasus penyiraman air keras tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai tindak pidana umum. Ia menilai peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan tugas atau fungsi militer sehingga tidak semestinya diproses melalui peradilan militer.
Ia menjelaskan, tindak pidana militer umumnya terkait pelanggaran dalam jabatan, desersi, atau tindakan prajurit dalam situasi konflik bersenjata. Sementara dalam kasus ini, tindakan yang terjadi dinilai berada di luar konteks tersebut.
Dorongan TGPF dan Sorotan Motif Kasus
Selain mendorong penggunaan peradilan umum, tim advokasi juga meminta pembentukan TGPF independen. Langkah ini dinilai penting karena masih terdapat sejumlah hambatan dalam pengungkapan kasus, baik dari sisi politik maupun aspek hukum.
Dimas menyoroti adanya perbedaan penilaian terkait motif. Oditurat Militer menyebut kasus ini sebagai persoalan pribadi, namun Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menemukan indikasi berbeda berdasarkan hasil investigasi.
Temuan TAUD menunjukkan dugaan keterlibatan hingga 16 orang, lebih banyak dari yang sebelumnya disebutkan. Selain itu, terdapat indikasi perencanaan dan pemantauan sebelum kejadian yang dinilai belum sepenuhnya terungkap.
“Kami juga selalu bilang bahwa konteks penyiraman air keras kepada Andrie Yunus dilakukan terlebih dahulu dengan perencanaan, pemantauan yang selama ini belum diungkap,” kata Dimas.
Dorongan ini turut mendapat dukungan dari sejumlah organisasi masyarakat sipil, seperti Indonesian Corruption Watch, SAFEnet, Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat, Greenpeace, serta Amnesty International Indonesia.
Hingga kini, proses penanganan kasus masih berjalan, sementara desakan agar pengungkapan dilakukan secara menyeluruh terus menguat dari berbagai pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.
GACA melaporkan satu warga Pakistan tewas dan 11 orang terluka akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Veda Ega Pratama menapaki karier Moto3 dari Gunungkidul. Podium GP Brasil dan dukungan keluarga menjadi bagian penting perjalanannya.
Olimpiade Akuntansi UGM 2026 digelar di Sekolah Vokasi UGM, menghadirkan talkshow profesional dan penghargaan bagi para pemenang.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian stagnan pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Juventus bermain imbang 1-1 melawan Cagliari pada pekan keenam Liga Italia 2026/27. Gol Randal Kolo Muani menyelamatkan Bianconeri.