Pemerintah Matangkan Kelembagaan BRAN, Atur Tugas dan Wewenang
Pemerintah mematangkan kelembagaan BRAN, termasuk pembagian tugas, kewenangan, dan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menangani konflik agraria.
Penandatanganan kerjasama Hotel Indigo Jogja.ist
Harianjogja.com, JOGJA—Jaringan hotel internasional IHG Hotels & Resorts akan menghadirkan Hotel Indigo Jogja yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2029. Hotel dengan kapasitas 180 kamar ini menjadi langkah awal IHG memasuki pasar perhotelan Jogja sekaligus memperluas bisnisnya di segmen hotel mewah dan gaya hidup (Luxury & Lifestyle) di Indonesia.
Proyek tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Raka Eka Makmur. Penandatanganan kemitraan ini menjadi bagian dari strategi IHG memperluas jaringan hotel di destinasi yang memiliki karakter budaya kuat dan daya tarik wisata, termasuk Jogja yang dikenal dengan tradisi, seni, serta industri kreatifnya.
Senior Director Development South East Asia & Korea IHG Hotels & Resorts, Chris Anklin, mengatakan Jogja memiliki kekayaan warisan budaya, energi kreatif, dan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. "Karakter tersebut dinilai sesuai dengan konsep Hotel Indigo yang mengangkat keunikan lingkungan di setiap destinasi," ungkapnya dikutip, Minggu (11/10/2026).
Menurut Chris, posisi Jogja sebagai pintu gerbang menuju Borobudur, salah satu Destinasi Super Prioritas Indonesia, turut mendukung daya tarik pasar pariwisata daerah ini. Konektivitas udara melalui Yogyakarta International Airport juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengembangan bisnis perhotelan.
Ia menambahkan, kerja sama dengan PT Raka Eka Makmur diharapkan dapat menghasilkan pengalaman menginap yang merepresentasikan karakter Jogja sekaligus mendukung perkembangan kota sebagai destinasi wisata.
Presiden Direktur PT Raka Eka Makmur, Ronny Pallar, menyebut Jogja memiliki perpaduan warisan budaya, tradisi seni, dan komunitas kreatif yang dinamis. Unsur-unsur tersebut akan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman bagi tamu Hotel Indigo Yogyakarta.
"Hotel ini nantinya diharapkan menjadi salah satu akses bagi wisatawan untuk mengenal seni, kuliner, dan budaya setempat, sekaligus menjelajahi destinasi warisan dunia UNESCO seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan," paparnya.
Fasilitas Hotel
Hotel Indigo Yogyakarta dirancang untuk mengangkat identitas lokal ke dalam pengalaman menginap. Konsep tersebut sejalan dengan karakter merek Hotel Indigo yang menjadikan lingkungan sekitar, budaya, dan cerita khas suatu destinasi sebagai inspirasi desain serta layanan hotel.
Dari sisi fasilitas, hotel ini direncanakan memiliki restoran yang melayani kebutuhan bersantap sepanjang hari, bar dan teras di atap gedung atau rooftop, kolam renang, pusat kebugaran, serta spa. Hotel juga akan menyediakan sekitar 740 meter persegi ruang pertemuan dan acara yang mencakup ballroom serta beberapa ruang rapat.
Kehadiran fasilitas tersebut membuat Hotel Indigo Yogyakarta tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, tetapi juga berpotensi menjadi pilihan bagi kegiatan bisnis, pertemuan, dan acara sosial. Meski demikian, hotel tersebut masih dalam tahap pengembangan dan baru dijadwalkan dibuka pada 2029.
Jaringan Hotel
Penandatanganan Hotel Indigo Jogja menambah daftar rencana ekspansi IHG di Indonesia. Perusahaan tersebut menyebut saat ini mengoperasikan 35 hotel dari sembilan merek di Indonesia, sementara 13 properti lainnya masih dalam tahap pengembangan.
Khusus merek Hotel Indigo, IHG menyatakan telah mengoperasikan tiga properti di Indonesia, dengan enam properti lain dalam tahap pengembangan di sejumlah destinasi, termasuk Bali, Jakarta, dan Lombok.
Ekspansi ini memperlihatkan upaya jaringan perhotelan internasional memperluas kehadirannya di berbagai pasar wisata Indonesia. Bagi Jogja, rencana kehadiran Hotel Indigo menambah pilihan akomodasi berkonsep gaya hidup yang menggabungkan fasilitas modern dengan inspirasi budaya lokal.
Dengan target pembukaan pada 2029, perkembangan proyek ini akan menjadi salah satu hal yang patut dicermati dalam dinamika investasi dan persaingan industri perhotelan di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mematangkan kelembagaan BRAN, termasuk pembagian tugas, kewenangan, dan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menangani konflik agraria.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
UMKM Jogja didorong memanfaatkan AI untuk promosi dan pemasaran digital. Pelaku usaha juga diingatkan menjaga data serta mewaspadai penipuan.