Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik, TKDN Tembus 60 Persen
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Foto ilustrasi layanan BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Puluhan juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat nonaktif, memicu penguatan validitas data sebagai langkah penting menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan di Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengungkapkan jumlah peserta nonaktif mencapai 58,32 juta jiwa. Angka ini berasal dari berbagai faktor, mulai dari tunggakan iuran hingga penonaktifan peserta bantuan pemerintah.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026), ia merinci sebanyak 13,48 juta peserta tidak aktif karena menunggak iuran. Sementara itu, 44,84 juta lainnya berasal dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta yang dibiayai pemerintah daerah.
Selain itu, pemutakhiran data dalam dua bulan terakhir turut berdampak pada penonaktifan sekitar 11 juta peserta. Sebagian dari mereka disebut beralih menjadi peserta mandiri.
Menurut Pujo, rendahnya kepatuhan pembayaran iuran masih menjadi persoalan utama, terutama pada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau sektor informal.
“Selain kemauan membayar yang masih rendah, kemampuan finansial yang tidak stabil juga menjadi faktor,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penurunan dana transfer ke daerah yang berpotensi memengaruhi kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membayar iuran JKN bagi warganya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, cakupan kepesertaan JKN hingga Februari 2026 telah mencapai 284,6 juta jiwa atau sekitar 98,74 persen dari total penduduk Indonesia.
Namun, tekanan pembiayaan mulai terasa. Rasio klaim sejak 2023 telah mencapai 104,72 persen, menunjukkan biaya layanan kesehatan lebih tinggi dibandingkan pemasukan iuran.
“Kondisi ini mendorong kami untuk memperkuat pengumpulan iuran dan validitas data kepesertaan sebagai fondasi keberlanjutan program,” jelasnya.
Sejumlah isu juga memengaruhi dinamika kepesertaan, seperti penonaktifan PBI APBN pada Juni 2025 serta periode Februari hingga Maret 2026, yang berdampak pada perubahan profil risiko peserta dan penurunan jumlah peserta aktif.
Untuk memperbaiki kualitas data, BPJS Kesehatan mendukung proses ground-checking bersama Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Di sisi lain, transformasi layanan juga terus berjalan, termasuk perubahan sistem pembayaran INA-CBGs menjadi iDRG, penerapan rujukan berbasis kemampuan layanan, serta implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Saat ini, pemerintah juga tengah menyusun regulasi terkait penghapusan tunggakan iuran melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang dikoordinasikan bersama Kemenko PM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.