Harga Ayam Ras Melonjak, Mentan Bongkar Ulah Distributor Nakal
Bapanas bongkar praktik distributor nakal yang ambil untung 30% hingga harga ayam ras melonjak. Mentan minta polisi tindak tegas pelaku pidana pangan.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Lonjakan harga pangan global mulai terasa pada Maret 2026 seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berpotensi menekan stabilitas harga pangan di dalam negeri, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada impor.
Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menunjukkan Indeks Harga Pangan global mencapai 128,5 poin atau naik 2,4% secara bulanan. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya biaya energi serta terganggunya jalur distribusi logistik internasional.
Kepala Ekonom FAO, Máximo Torero, mengingatkan risiko yang lebih besar apabila konflik berlangsung berkepanjangan. Ia menyebut durasi konflik lebih dari 40 hari dapat memicu krisis pada sektor pertanian global, terutama terkait biaya input produksi.
“Petani bisa menghadapi dilema, antara mengurangi penggunaan pupuk atau memperkecil luas tanam,” ujarnya.
Dampak Mulai Terasa di Indonesia
Pengamat dari Center of Reform on Economics Indonesia, Eliza Mardian, menilai dampak gangguan rantai pasok global akan dirasakan secara bertahap di Indonesia.
Meski stok beras relatif aman karena ditopang produksi dalam negeri, tekanan harga diperkirakan muncul pada komoditas impor seperti gandum, kedelai, dan gula.
Indonesia sendiri masih bergantung penuh pada impor gandum dengan kebutuhan yang diproyeksikan mencapai 11,2 juta ton pada 2026. Sementara itu, impor kedelai berada di kisaran 2,4–2,6 juta ton per tahun, dengan 80%–90% kebutuhan industri tahu dan tempe berasal dari pasar global, terutama dari kawasan Amerika.
Efek Domino ke Sektor Lain
Menurut Eliza, gejolak geopolitik akan memperpanjang rantai distribusi sekaligus meningkatkan biaya pengiriman akibat lonjakan harga energi dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada bahan pangan utama, tetapi juga merembet ke sektor peternakan.
Kenaikan harga bahan baku pakan seperti jagung dan gandum berpotensi mendorong kenaikan harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen.
Selain itu, risiko pembatasan ekspor oleh negara produsen juga menjadi perhatian. Dalam situasi krisis global, negara pemasok cenderung mengamankan kebutuhan domestik mereka lebih dulu.
“Indonesia menghadapi tekanan ganda, mulai dari gangguan produksi akibat faktor iklim hingga ketidakpastian pasokan global,” jelasnya.
Perlu Langkah Antisipasi
Pemerintah didorong untuk segera memperkuat cadangan pangan nasional serta mencari alternatif sumber impor di luar kawasan konflik. Langkah ini dinilai penting untuk menahan laju inflasi pangan, terutama pada paruh kedua 2026.
Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, strategi mitigasi menjadi kunci agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas ekonomi nasional tidak terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bapanas bongkar praktik distributor nakal yang ambil untung 30% hingga harga ayam ras melonjak. Mentan minta polisi tindak tegas pelaku pidana pangan.
Spanyol kalahkan Uruguay 1-0 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Gol Alex Baena jadi penentu.
Harga pangan nasional terbaru: cabai rawit merah Rp69.750/kg, telur Rp29.750/kg. Simak daftar lengkapnya di sini.
Tanjung Verde lolos 32 besar Piala Dunia 2026 usai tahan Arab Saudi 0-0. Debutan ini bikin kejutan besar.
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Fadli Zon dorong Lengger Banyumas go internasional. Festival budaya dinilai berdampak besar bagi pariwisata dan UMKM.