Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Eks Kadis PUPR Sumut Topan Ginting divonis 5,5 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek jalan. Simak rincian denda, uang pengganti, dan putusan hakim. /Antara.
Harianjogja.com, MEDAN—Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting. Ia dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan.
Putusan dibacakan dalam sidang yang digelar Rabu oleh Ketua Majelis Hakim Mardison. Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Topan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap dan commitment fee dari proyek infrastruktur jalan.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Topan Obaja Putra Ginting dengan penjara selama lima tahun enam bulan,” ujar Mardison di ruang sidang.
Selain pidana badan, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp200 juta. Jika tidak dibayarkan, denda tersebut diganti dengan kurungan selama 80 hari.
Tak hanya itu, Topan juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp50 juta. Apabila tidak dipenuhi, maka akan diganti dengan pidana tambahan selama satu tahun enam bulan penjara.
Dalam perkara yang sama, terdakwa lain yakni Rasuli Efendi Siregar juga dijatuhi hukuman. Rasuli yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di UPTD Gunung Tua divonis empat tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.
Ia juga dibebani uang pengganti sebesar Rp250 juta, namun telah melunasi kewajiban tersebut kepada negara.
Majelis hakim menilai perbuatan para terdakwa menjadi faktor yang memberatkan karena telah merusak kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, praktik korupsi tersebut dinilai menghambat pembangunan infrastruktur yang seharusnya dinikmati masyarakat.
Sikap Topan selama persidangan juga menjadi sorotan karena dinilai tidak kooperatif, termasuk tidak mengakui dan tidak menyesali perbuatannya.
“Atas perbuatannya, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 KUHP,” tegas hakim.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Wahyu Prayitno. Sebelumnya, jaksa menuntut Topan dengan hukuman lima tahun enam bulan penjara, sementara Rasuli dituntut empat tahun.
Usai putusan dibacakan, kedua terdakwa belum menentukan sikap. Majelis hakim memberikan waktu selama tujuh hari untuk menyatakan apakah menerima vonis atau mengajukan banding.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.