Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Lima tersangka kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tahun anggaran 2025-2026: (kiri-kanan) Edi Manggala selaku pihak swasta dari CV Manggala Utama, Irsyad Satria Budiman selaku pihak swasta dari PT Statika Mitra Sarana, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Kepala Dinas PUPRPKP Rejang Lebong Harry Eko Purnomo, dan Youki Yusdiantoro selaku pihak swasta dari CV Alpagker Abadi. (ANTARA/HO-KPK)
Harianjogja.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi merilis identitas empat orang tersangka lainnya yang terjerat kasus dugaan korupsi bersama Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari (MFT). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait skandal suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tahun anggaran 2025-2026.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, memerinci bahwa para tersangka terdiri dari unsur pejabat daerah dan pihak swasta yang memiliki peran krusial dalam alur pemberian suap. Identitas mereka mencakup Harry Eko Purnomo (HEP) yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kabupaten Rejang Lebong.
Selain unsur birokrasi, penyidik lembaga antirasuah tersebut juga menetapkan tiga orang dari sektor swasta sebagai tersangka pemberi suap. Mereka adalah Irsyad Satria Budiman (IRS) dari PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala (EDM) selaku perwakilan CV Manggala Utama, serta Youki Yusdiantoro (YK) dari CV Alpagker Abadi.
Dalam konstruksi perkara ini, Asep menjelaskan bahwa Muhammad Fikri Thobari bersama HEP bertindak sebagai pihak penerima aliran dana suap. Sementara itu, tiga tersangka dari kalangan pengusaha yakni IRS, EDM, dan YK, diduga kuat sebagai pemberi dana untuk memuluskan perolehan proyek infrastruktur di wilayah Bengkulu tersebut.
Rangkaian kasus ini mencuat setelah tim penindakan KPK melakukan operasi senyap pada 9 Maret 2026 yang menjaring total 13 orang, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri. Pasca-penangkapan di lapangan, para terperiksa kemudian diterbangkan ke Gedung Merah Putih Jakarta pada 10 Maret 2026 untuk menjalani pemeriksaan intensif sebelum status hukum mereka dinaikkan.
Hingga saat ini, KPK telah mengunci status lima orang tersangka utama dalam dugaan tindak pidana korupsi yang mengguncang publik Bengkulu ini. Proses hukum terus berjalan seiring dengan upaya penyidik mendalami keterlibatan pihak lain guna menuntaskan penyidikan suap proyek pemerintah daerah yang membebani anggaran negara pada periode berjalan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.