IHSG Menguat Usai Data PDB, Saham DCII hingga AMMN Melonjak
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Foto ilustrasi bayi kembar. - ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus jual beli bayi melalui media sosial terungkap setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menemukan tujuh bayi telah diperjualbelikan dengan harga hingga Rp80 juta. Polisi memastikan seluruh bayi berhasil diselamatkan dan jaringan pelaku kini dibongkar.
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyampaikan jumlah bayi yang diperjualbelikan dalam kasus tersebut mencapai tujuh orang. Meski jumlahnya tidak besar secara angka, ia menegaskan perkara ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan nyawa manusia.
"Tujuh orang bayi ini bukan jumlah yang sedikit karena ini terhitung nyawa sehingga menjadi atensi khusus pimpinan kami untuk bisa mengungkap perkara ini," ujar Nunung di Bareskrim, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirtipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah menjelaskan praktik jual beli bayi dilakukan melalui berbagai platform media sosial, di antaranya TikTok hingga Facebook.
Berdasarkan hasil penyelidikan, harga bayi yang diperjualbelikan bervariasi mulai Rp8 juta hingga Rp80 juta, tergantung mekanisme transaksi serta peran perantara dalam jaringan tersebut.
"Harga dari Ibu bayi, Rp8 juta sampai dengan Rp 15 juta. Kalau harga perantara Rp15 sampai Rp80 juta. Kalau perantara, semakin banyak perantaranya, harganya semakin mahal," katanya.
Dalam pengungkapan kasus jual beli bayi ini, penyidik telah menetapkan total 12 tersangka. Para tersangka terbagi dalam dua kelompok, yakni orang tua kandung yang menjual bayi dan pihak perantara yang memfasilitasi transaksi ilegal tersebut.
Jaringan tersebut diketahui beroperasi di sejumlah daerah di Indonesia, meliputi Jakarta, Banten, Jogja, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Bali, Kalimantan, Kepulauan Riau, hingga Papua sejak 2024.
"Dari keterangan tersangka, jaringan ini telah melakukan aktivitas penjualan bayi secara ilegal sejak tahun 2024 dengan pendapatan ratusan juta rupiah," katanya.
Kasus jual beli bayi melalui media sosial ini masih terus dikembangkan oleh penyidik untuk mengungkap kemungkinan korban lain maupun jaringan yang lebih luas, termasuk aliran keuntungan yang diperoleh para pelaku dari praktik ilegal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Polsek Semin masih menyelidiki kasus pembuangan bayi di Kemejing, Gunungkidul. Enam saksi telah diperiksa, sementara bayi dirawat di LPKA An Nur Srimpi.
MotoGP 2027 akan memakai mesin 850cc dan memangkas aerodinamika. Guenther Steiner menilai perubahan ini bisa membuat balapan semakin ketat.
RSUP Dr Sardjito mengirim tujuh tenaga medis ke RSUD Bajawa, NTT, untuk membantu penanganan korban gempa dan memperkuat layanan kesehatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memiliki sistem yang berfungsi layaknya alarm untuk mengingatkan perangkat daerah agar tidak terlambat menarik anggaran
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi Sekolah Rakyat setelah sejumlah siswa mundur. Pendampingan psikolog dinilai penting untuk mendukung adaptasi anak.