BNPB Gelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya Cegah Karhutla
BNPB dan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya untuk mencegah meluasnya karhutla.
Bareskrim Polri ungkap istri eks Kapolres Bima dan mantan bawahan positif MDMA, direkomendasikan rehabilitasi BNN. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap hasil pemeriksaan terhadap istri eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK), Miranti Afriana (MA), yang dinyatakan positif menggunakan narkotika. Fakta ini terungkap setelah penyidik melakukan pendalaman dan uji laboratoris terhadap sampel rambut yang bersangkutan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa selain Miranti Afriana, mantan bawahan Didik yang bernama Aipda Dianita Agustina (DA) juga terindikasi sebagai pengguna narkotika.
“Dari hasil pendalaman terhadap MA dan Aipda DA diketahui bahwa keduanya adalah pengguna narkotika. Untuk itu penyidik melakukan uji laboratoris melalui Puslabfor Bareskrim Polri terhadap sampel rambut dari MA dan Aipda DA, yang menunjukkan hasil positif menggunakan MDMA [ekstasi],” katanya di Jakarta, Kamis.
Setelah hasil uji laboratorium menunjukkan keduanya positif MDMA, penyidik melakukan asesmen lanjutan. Tim Asesmen Terpadu kemudian merekomendasikan agar Miranti Afriana dan Aipda Dianita menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sementara itu, AKBP Didik Putra Kuncoro telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan narkoba oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada Jumat (13/2).
Barang bukti yang diamankan dalam perkara ini meliputi sabu sebanyak tujuh plastik klip dengan berat total 16,3 gram, 49 butir ekstasi dan dua butir sisa pakai, 19 butir pil alprazolam, dua butir pil happy five, serta ketamin seberat lima gram.
Eko menjelaskan, narkoba tersebut disimpan di dalam sebuah koper yang kemudian diamankan penyidik di rumah Aipda Dianita Agustina di kawasan Tangerang, Banten.
Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa Miranti Afriana, atas perintah suaminya Didik, menghubungi Aipda Dianita untuk mengambil dan mengamankan koper yang berada di rumah pribadi Didik di wilayah Tangerang.
Tanpa menaruh kecurigaan, Aipda Dianita melaksanakan permintaan tersebut dan membawa koper dimaksud untuk diamankan.
“Alasan Aipda DA melaksanakan perintah tersebut dikarenakan Aipda DA menerima perintah dari Saudari MA. Selain itu, Aipda DA sadar akan adanya perbedaan jenjang kepangkatan antara AKBP DPK dengan Aipda DA sehingga tidak berani menolak perintah dan membuang koper tersebut karena ada ketakutan akan menghilangkan barang bukti apabila hal tersebut dilakukan,” kata Eko.
Atas perbuatannya, Didik disangkakan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
Didik terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan/atau pidana denda paling banyak kategori VI sebesar Rp2 miliar, serta pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak kategori IV sebesar Rp200 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB dan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya untuk mencegah meluasnya karhutla.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.